Sebagaimana diwartakan Tribun Jateng, kebahagiaan tengah dirasakan oleh Priyadi, seorang warga Dukuh Gambiran, Desa Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati. Rumah berukuran kecil miliknya yang sempat ambruk kini akhirnya mendapatkan bantuan perbaikan melalui program bedah rumah.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, kegiatan mulia ini merupakan bagian dari peringatan Hari Perumahan Nasional (Hapernas) 2026. Forum Pengembang Pati Indonesia (FPPI) bekerja sama dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Pati menggelar acara peletakan batu pertama perbaikan rumah tidak layak huni tersebut.
Priyadi menceritakan bahwa hunian berukuran 4x4 meter yang ditinggalinya bersama istri dan dua anaknya itu merupakan bangunan bekas bongkaran rumah orang tua. Bangunan tersebut tidak pernah direnovasi selama 13 tahun hingga akhirnya mengalami kerusakan parah karena keropos dimakan rayap.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Rumah saya ini sudah lama, bekas bongkaran rumah orang tua. Keropos kena rayap, terus kalau kena angin gerak-gerak mau roboh. Daripada saya kerobohan sekeluarga, saya mengungsi," ujar Priyadi saat menceritakan kondisi huniannya yang memprihatinkan.
Lebih lanjut, Priyadi mengungkapkan bahwa dinding rumahnya yang terbuat dari bata merah belum diplester dan berlubang. Kondisi itu bahkan pernah membuat anaknya digigit kelabang di bagian kepala sebelum akhirnya sebagian bangunan rumah tersebut ambruk pada bulan April lalu.
Sejak saat itu, Priyadi bersama istri dan kedua anaknya yang masih berusia 13 tahun dan 3 tahun terpaksa menumpang di rumah kosong milik atasan tempatnya bekerja sebagai pencuci mobil di kawasan Semampir.
Mengutip laporan media setempat, Priyadi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah membantunya, termasuk jajaran FPPI, Disperkim Kabupaten Pati, serta Plt Bupati Pati.
"Saya terima kasih banget, terima kasih semuanya. Puji syukur, tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada FPPI beserta jajarannya, Disperkim Kabupaten Pati, serta Bapak Plt Bupati Pati, Bapak Chandra," ucap Priyadi penuh haru.
Sementara itu, Ketua Panitia Hapernas 2026 Kabupaten Pati, Agus Sulaiman, menjelaskan bahwa program bedah rumah kali ini menyasar dua unit rumah tidak layak huni. Pihaknya berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan bantuan serupa di masa mendatang.
"Kami sangat mengapresiasi Bapak Plt Bupati yang telah bersama-sama dengan kami, FPPI, dalam bedah rumah kali ini. Kali ini ada dua rumah. Kami berharap untuk selanjutnya akan semakin bertambah," pungkas Agus Sulaiman.