Google DeepMind menghadapi penurunan pangsa pasar talenta kecerdasan buatan elit seiring masifnya penawaran gaji tinggi dan opsi saham dari laboratorium pesaing seperti OpenAI dan Anthropic. Analisis terbaru dari perusahaan intelijen data Zeki Data menunjukkan bahwa posisi dominan DeepMind, terutama di wilayah Eropa, mengalami erosi signifikan akibat perburuan talenta yang semakin agresif di industri teknologi.
Perubahan identitas internal turut melemahkan daya tarik historis laboratorium tersebut di kalangan akademisi. Seiring dorongan Google memperkecil ketertinggalan dari OpenAI dan Anthropic, organisasi kini lebih terstruktur untuk pengembangan komersial Gemini, sebuah pergeseran yang dinilai mengurangi ruang riset jangka panjang yang bebas.
Tiga staf aktif dan dua mantan pegawai DeepMind mengungkapkan bahwa gelombang kepergian tersebut dipicu oleh kombinasi faktor, mulai dari tawaran finansial tinggi dari Meta dan Microsoft hingga penurunan moral internal. Faktor daya tarik opsi saham pra-IPO di perusahaan pesaing juga menjadi magnet kuat bagi para peneliti papan atas untuk hengkang.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSepanjang bulan ini saja, Google DeepMind kehilangan kepala ilmuwan Jeff Dean serta peneliti senior Oriol Vinyals dan Quoc Le yang mendirikan perusahaan rintisan Discovery Loop. Pendiri sekaligus CEO Demis Hassabis juga mengambil langkah mundur dari kendali operasional harian untuk beralih menjadi ketua dan kepala ilmuwan Alphabet.
Rasio Perekrutan Anjlok dan Migrasi Peneliti ke Pesaing
Data Zeki mencatat rasio kedatangan terhadap kepergian staf riset dan teknik lanjutan di DeepMind merosot tajam dari sekitar 12 berbanding 1 pada kuartal kedua 2023 menjadi sekitar 2 berbanding 1 pada kuartal ketiga 2026. Sebagai perbandingan, rasio Meta berada di angka 3 berbanding 1, OpenAI di kisaran 5,7 berbanding 1, dan Anthropic mencapai 22 berbanding 1.
Sebanyak 25 persen dari para peneliti yang meninggalkan DeepMind dalam 12 bulan terakhir memilih bergabung dengan Anthropic, sementara 21 persen berlabuh di Meta dan 14 persen berpindah ke OpenAI. Pengetatan aturan publikasi internal dan masa embargo enam bulan untuk makalah sensitif turut memicu gesekan di kalangan peneliti murni yang terbiasa dengan kebebasan akademik.
Sejumlah tokoh penting turut meninggalkan institusi tersebut, termasuk pionir pembelajaran penguatan David Silver yang keluar setelah hampir 13 tahun untuk mendirikan Ineffable Intelligence. Selain itu, salah satu pimpinan bersama Gemini, Noam Shazeer, pindah ke OpenAI dan peraih Nobel Kimia John Jumper bergabung dengan Anthropic.
Meskipun masih mendatangkan lebih banyak staf riset secara global daripada yang keluar, DeepMind mengalami kerugian bersih pada spesialisasi model bahasa besar dan sistem multimodal. Di sisi lain, perusahaan tetap mencatatkan penguatan di bidang robotika, AI terwujud, dan pembelajaran mesin untuk sains.