Perusahaan kecerdasan buatan OpenAI mengambil tindakan tegas dengan memblokir sekumpulan akun ChatGPT yang diidentifikasi berasal dari Rusia dan digunakan dalam operasi pengaruh terselubung. Berdasarkan laporan resmi perusahaan, kampanye terselubung tersebut dirancang untuk menyebarkan narasi pro-Rusia melalui pembuatan organisasi fiktif bernama International Burke Institute atau IBI yang diklaim berpusat di Israel.
Operasi ini tidak mengandalkan deepfake canggih atau pasukan bot viral, melainkan membangun infrastruktur kredibilitas palsu di berbagai platform media sosial termasuk X, Facebook, LinkedIn, Telegram, dan Substack. Pengguna akun tersebut memanfaatkan jaringan VPN untuk mengelabui pembatasan akses OpenAI dari wilayah Rusia, lalu menginstruksikan model bahasa untuk menghasilkan komentar dalam bahasa Inggris tanpa meninggalkan jejak linguistik asal Rusia.
Dari analisis OpenAI, situs web IBI yang diluncurkan pada Februari 2025 mengeklaim memiliki afiliasi dengan akademisi ternama seperti Francis Fukuyama dan Noam Chomsky, padahal sebagian besar artikel di dalamnya merupakan hasil plagiasi dari sumber lain yang salah atribusi. Peran kecerdasan buatan dalam hal ini terfokus pada lapisan promosi, seperti membuat postingan media sosial, menerjemahkan teks, hingga merancang logo untuk jaringan kanal Telegram regional.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSalah satu instrumen utama dalam operasi ini adalah indeks kedaulatan atau Burke Index yang konsisten menempatkan posisi Rusia dalam sudut pandang menguntungkan sekaligus mengkritik negara-negara Barat seperti Amerika Serikat dan anggota Uni Eropa. Meskipun jangkauan audiens dari kampanye ini tergolong terbatas dan berada di skala bawah, keberadaan infrastruktur digital lengkap ini menunjukkan bagaimana aktor ancaman memanfaatkan teknologi modern guna membangun otoritas palsu secara sistematis.