Persoalan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi kembali menjadi sorotan penting yang memerlukan pencegahan komprehensif dari seluruh elemen sivitas akademika. Sebagaimana diwartakan, potensi pelanggaran ini tidak hanya mengancam mahasiswa, tetapi juga menempatkan dosen serta tenaga kependidikan pada posisi yang rentan terseret dalam kasus serupa.
Berdasarkan laporan sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) bagi dosen Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Kepala Subdirektorat Pencegahan dan Penanganan Kekerasan dan Isu Strategis Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Dr. Iman Pasu Marganda Hadiarto Purba, menegaskan bahwa kerentanan tersebut dapat menimpa siapa saja di lingkungan kampus.
"Semua kampus rentan. Semua yang duduk di ruangan ini sangat terbuka menjadi terlapor, sangat mungkin menjadi korban," ungkap Iman dalam kegiatan yang berlangsung pada Jumat (28/8/2026).
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMenurut Iman, kompleksitas permasalahan di era digital saat ini membuat isu dugaan kekerasan sangat cepat menyebar melalui media sosial bahkan sebelum proses verifikasi dilakukan. Oleh karena itu, ia mengingatkan publik agar tidak mudah terprovokasi dan menyerahkan pembuktian kebenaran melalui mekanisme pemeriksaan resmi.
Lebih lanjut, Iman menekankan pentingnya bagi para tenaga pengajar untuk memahami batasan perilaku dan komunikasi dalam membina relasi akademik dengan mahasiswa. Hal ini mengingat perbedaan persepsi individu yang sering kali membuat suatu tindakan biasa dinilai berbeda oleh pihak lain.
"Menurut kita mungkin tidak apa-apa atau biasa, tetapi bagi orang tertentu yang berhadapan dengan kita, soal itu bisa menjadi luar biasa," jelasnya mengutip laporan media setempat.
Mengakhiri pemaparannya, Iman menegaskan bahwa upaya pencegahan kekerasan di lingkungan kampus harus dijalankan secara objektif tanpa hanya memandang satu pihak saja, demi menciptakan suasana akademik yang aman dan profesional.