Berdasarkan laporan media internasional, para pelaku pasar keuangan global kini mulai memperhitungkan potensi kenaikan suku bunga pada pertemuan mendatang dari bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve. Sebagaimana diwartakan, pergeseran ekspektasi ini terjadi setelah Ketua Fed Kevin Warsh menyampaikan pidato dengan nada yang lebih ketat atau hawkish dalam Simposium Ekonomi di Jackson Hole.
Berdasarkan data dari CME FedWatch Tool, probabilitas pengetatan moneter pada pertemuan September melonjak signifikan menjadi 55,5 persen, mengungguli opsi mempertahankan suku bunga di level saat ini. Sementara itu, untuk keseluruhan tahun, para pelaku pasar juga mulai meningkatkan proyeksi frekuensi kenaikan suku bunga lanjutan guna meredam tekanan ekonomi.
Dalam pidato perdananya di forum tersebut, Kevin Warsh menegaskan bahwa prioritas utama bank sentral saat ini adalah mengembalikan stabilitas harga karena tingkat inflasi masih berada di atas target 2 persen. "Inflasi masih berada di atas target 2 persen, sehingga fokus utama Fed saat ini harus diarahkan pada stabilitas harga", demikian pernyataan Kevin Warsh dikutip dari laporan Valor Econômico.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSebagai respons langsung atas pernyataan tersebut, imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat atau US Treasury bertenor dua tahun langsung melonjak ke level tertinggi harian, sementara indeks dolar Amerika Serikat turut menguat terhadap mata uang utama lainnya di tengah meningkatnya kehati-hatian investor.