Chris Sutton mengecam kegagalan Celtic tersingkir dari kualifikasi Liga Champions untuk musim kedua secara beruntun usai dibantai LASK dengan agregat memalukan di babak penentuan. Kekalahan telak tersebut memperpanjang catatan negatif klub yang kini telah menelan enam kekalahan beruntun di babak kualifikasi kompetisi elit Eropa sejak musim 2018 sampai 2019.
Menurut pengamatan Kabayan News, performa buruk di atas lapangan hanyalah puncak gunung es dari masalah struktural yang lebih dalam di internal manajemen klub. Kritik tajam juga dilayangkan oleh sang mantan penyerang terkait buruknya kebugaran pemain serta rencana taktik yang gagal total setelah kebobolan hingga 40 tembakan dalam pertandingan tersebut.
Sebagaimana dilaporkan dalam kolom RecordSport, Sutton menilai kegagalan beruntun ini bukan sebuah kebetulan melainkan bentuk mismanajemen yang terus berulang di level tertinggi. "Bagaimana bisa menjadi hal lain karena untuk semua performa buruk malam itu, masalah mendasar justru memperbesarnya," tulis Sutton dalam kolomnya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKomentar pelatih Martin O Neill yang menyebut skuad asuhannya masih sangat jauh dari kata siap turut menjadi sorotan utama dalam evaluasi menyeluruh terhadap manajemen klub. Berdasarkan analisis Kabayan News, lambatnya pergerakan di bursa transfer membuat Celtic kembali menghadapi laga krusial tanpa amunisi yang memadai di lapangan.
Waktu penutupan bursa transfer yang tinggal menyisakan beberapa hari lagi memperkecil peluang klub mendatangkan target utama untuk memperkuat kedalaman skuad. Tantangan berat kini berada di pundak O Neill untuk segera membangkitkan mental bertanding para pemain jelang laga Liga Utama Skotlandia menghadapi Falkirk.