|

Jaissle Pimpin Newcastle di Tengah Transisi Besar

Matthias Jaissle melatih Newcastle United di sesi pra-musim La Manga

Matthias Jaissle melatih Newcastle United di sesi pra-musim La Manga

Newcastle United memasuki musim baru dengan banyak perubahan. Klub mengganti pelatih dan kehilangan tiga pemain kunci di musim panas ini. Namun, suasana di kamp pra-musim di La Manga justru dipenuhi optimisme.

Matthias Jaissle ditunjuk menggantikan Eddie Howe sebagai pelatih kepala. Ia didatangkan setelah sukses menangani klub di Austria dan Arab Saudi. Pelatih asal Jerman itu berusia 38 tahun dan belum pernah melatih di liga top Eropa.

ALSO READ

Leeds United mengamankan tanda tangan James Trafford dari Manchester City dengan nilai transfer £40 juta. Kiper 23 tahun itu jadi pembelian terbesar klub musim panas ini.

Read More

Juventus membuka peluang meminjamkan Teun Koopmeiners. Langkah ini untuk mengurangi beban gaji dan membuka ruang bagi Franck Kessié yang datang gratis.

Read More

Newcastle juga mendatangkan lima pemain baru di bursa transfer. Tiga di antaranya berusia 20 tahun, satu berusia 18 tahun, dan kiper utama Lukas Hornicek berusia 24 tahun. Klub kehilangan Alexander Isak, Anthony Gordon, Sandro Tonali, dan Bruno Guimaraes dalam 12 bulan terakhir.

Kapten Bruno Guimaraes resmi hengkang ke Arsenal dengan nilai transfer £75 juta. Ia memberi pidato perpisahan yang emosional kepada rekan-rekan setim di Spanyol. Para pemain menerima keputusan itu dan sudah move on.

Jaissle Minta Waktu dan Pengertian

Matthias Jaissle melatih Newcastle United di sesi pra-musim La Manga

Jaissle menyadari tantangan besar menantinya di Premier League. Ia berulang kali menyebut musim ini sebagai musim transisi bagi Newcastle. Pelatih asal Jerman itu meminta pengertian dari para pendukung.

"Kami kehilangan beberapa pemain penting. Tapi saya melihat ini sebagai tantangan positif. Kami bisa mencari alasan, tapi itu bukan ide kami," ujar Matthias Jaissle. Ia menekankan pentingnya kerja keras dan perbaikan setiap hari.

Mantan kapten Newcastle, Alan Shearer, memprediksi musim yang sulit bagi tim. Shearer menyebut Jaissle akan menghadapi tekanan dan sorotan besar di Premier League. Jaissle tetap tenang dan fokus pada proses pembangunan tim.

Jaissle mengakui kurangnya pengalaman di liga top Eropa. Ia menyebut langkah ini sebagai langkah pertama yang wajar dalam karier kepelatihan. Ia percaya diri setelah sukses di Salzburg dan Al-Ahli.

Energi Baru di Ruang Ganti

Para pemain Newcastle mulai menunjukkan kepemimpinan baru setelah kepergian Guimaraes. Sven Botman dan Malick Thiaw menjadi lebih vokal di ruang ganti. Kedua pemain itu masuk kandidat kuat untuk menjadi kapten baru.

Yoane Wissa dan Jacob Murphy berperan membantu pemain baru beradaptasi. Rekrutan baru Sean Steur langsung populer di antara skuad. Ia disebut sebagai pemain berusia 25 tahun dalam tubuh pemain berusia 18 tahun.

Jaissle membawa energi baru dalam sesi latihan. Staf tim mencatat hari Selasa dan Rabu sebagai hari latihan paling intens yang pernah tercatat. Pelatih asal Jerman itu sangat aktif dan terlibat penuh dalam setiap sesi.

Direktur performa James Bunce menjelaskan fokus latihan pra-musim. Tim harus siap secara fisik menghadapi Liverpool di laga pembuka. Jaissle juga memperkenalkan gaya bermain agresif, vertikal, dan berenergi tinggi.

Staf bahkan bercanda ingin memasang GPS untuk melacak pergerakan Jaissle di latihan. Kata "energi" menjadi kata yang paling sering diulang oleh semua pihak di kamp. Newcastle percaya diri bisa membantah prediksi suram musim ini.

Jaissle mengakui klub masih akan mendatangkan dua atau tiga pemain baru. Ia memiliki ide jelas tentang kebutuhan tim dan direktur olahraga sudah mengetahuinya. Musim baru akan segera dimulai dengan laga kandang melawan Liverpool.

Submit Comment