Masa jeda kompetisi NBA kali ini penuh dengan kejutan. Banyak pemain bintang resmi berpindah tim, beberapa menerima kontrak terbesar dalam karier mereka, dan pertukaran pemain terjadi di mana-mana. Namun, kesepakatan besar tersebut tidak terjadi dalam semalam. Semua berawal dari pertandingan pertama musim reguler.
Related Stories
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak berita terbaru tentang Désiré Doué dan PSG dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Now →Para pemain yang berada di tahun terakhir kontrak selalu menghadapi tekanan tambahan. Sebagian pemain mengincar kontrak besar terakhir dalam karier mereka, sementara yang lain mencoba membuktikan bahwa mereka masih layak menjadi pilar utama tim. Tiga pemain berikut memiliki taruhan besar pada musim 2026-2027.
Kyrie Irving bersiap menghadapi salah satu musim paling krusial dalam kariernya. Setelah menderita cedera robek ligamen lutut anterior (ACL) pada tahun 2025, ia terpaksa melewatkan seluruh musim 2025-2026. Kini, ia kembali ke lapangan dengan banyak hal yang harus dibuktikan kepada publik.
Irving sangat dikenal dengan kemampuan olah bola tingkat tinggi, kecepatan, dan penyelesaian akhir di area ring. Kemampuan fisik seperti itulah yang biasanya paling terdampak oleh cedera ACL. Ia akan memulai musim depan pada usia 34 tahun dan akan menginjak 35 tahun saat jeda musim, menjadikannya kesempatan terakhir untuk membuktikan diri layak mendapatkan kontrak jangka panjang yang besar.
Menurut laporan performa masa lalu, jika Irving mampu tampil seperti sebelum cedera, banyak tim akan mengantre untuk mendapatkannya. Namun, jika ia gagal kembali ke performa terbaiknya, nilai pasarnya di masa depan akan menurun drastis.
Jalen Green saat ini baru berusia 24 tahun, tetapi situasi menuntutnya untuk segera menyatukan seluruh potensinya. Ia harus membuktikan diri sebagai sosok pemain yang layak menjadi pusat pembangunan sebuah tim utama.
Musim pertamanya bersama Phoenix Suns berjalan kurang memuaskan, dan masalah konsistensi masih menjadi kendala terbesar. Berdasarkan statistik di lapangan, baik dalam hal efisiensi mencetak angka maupun menjaga kebugaran, Green belum menunjukkan performa yang cukup untuk disebut sebagai bintang besar.
Sementara itu, beberapa pemain dari angkatan drafnya sudah mulai melangkah ke level yang lebih tinggi. Green memiliki bakat yang sangat besar, tetapi ia harus menunjukkannya secara konsisten. Dengan status agen bebas yang semakin dekat, musim ini akan menjadi penentu kelanjutan kariernya.
Jordan Poole pernah menunjukkan sekilas bakatnya untuk menjadi pemain All-Star. Namun, ia juga sering menghilang dalam periode yang lama sejak meninggalkan Golden State Warriors.
Kini memasuki musim keduanya bersama New Orleans Pelicans, Poole akan menginjak usia 27 tahun. Usia tersebut seharusnya menjadi masa keemasan dalam karier seorang pebasket. Alih-alih mendominasi, ia justru masih harus membuktikan bahwa ia bisa menjadi playmaker yang lincah dari malam ke malam.
Jika Poole akhirnya berhasil menemukan konsistensi permainan, ia akan mendapatkan kontrak besar berikutnya. Sebaliknya, jika inkonsistensi ini terus berlanjut, tim-tim di liga mungkin akan mulai memandangnya sebagai pemain pembeda dari bangku cadangan daripada pemain utama di tim pemburu gelar juara.