Tomato News Tomato News
/home / liga italia / AC Milan dan Ruben Amorim, Awal Baru...
LIGA ITALIA

AC Milan dan Ruben Amorim, Awal Baru yang Saling Membutuhkan

Pelatih baru AC Milan Ruben Amorim bersiap memimpin strategi tim di San Siro

Pelatih baru AC Milan Ruben Amorim bersiap memimpin strategi tim di San Siro

Satu tahun lalu, AC Milan dan Rúben Amorim tampak melangkah menuju hari-hari yang lebih baik. AC Milan memulai babak baru di bawah asuhan Massimiliano Allegri, sementara Amorim memimpin Manchester United melalui pembangunan skuad yang ambisius. Sayangnya, kedua hubungan tersebut memburuk dan akhirnya berakhir dengan perpisahan.

AC Milan memecat Allegri karena gagal lolos ke Liga Champions dan tidak mampu memenangkan trofi domestik. Sementara itu, Amorim diberhentikan setelah serangkaian hasil buruk, kekhawatiran tentang kekakuan taktisnya, dan rusaknya hubungan dengan hierarki sepak bola United terkait rekrutmen, otoritas, serta arah kebijakan tim.

Berdasarkan situasi tersebut, AC Milan memasuki musim panas dengan misi mencari manajer yang mampu memberikan identitas permainan yang lebih jelas bagi tim. Amorim juga perlu memilih langkah selanjutnya dengan hati-hati. Setelah dipecat pada awal Januari, ia mengindikasikan terbuka untuk kembali melatih klub demi membangun kembali reputasinya yang rusak selama berada di Manchester United.

Menurut laporan yang beredar, AC Milan kemudian menghubungi Amorim mengenai posisi manajer yang kosong. Pria asal Portugal tersebut setuju untuk bergabung musim panas ini dengan kontrak berdurasi dua tahun. Tugas utamanya adalah mengembalikan performa terbaik AC Milan dan bersaing secara kompetitif di Italia maupun Eropa. Menarik untuk melihat mengapa kedua belah pihak saling membutuhkan untuk mengeluarkan kemampuan terbaik satu sama lain.

Musim panas lalu, AC Milan menyelaraskan perekrutan pemain dengan preferensi Allegri yang menyukai struktur pertahanan sangat terorganisasi dan permainan menyerang yang terkendali. Adrien Rabiot, Luka Modrić, Ardon Jashari, Koni De Winter, Pervis Estupiñán, dan Christopher Nkunku datang pada bursa transfer musim panas 2025. Sebaliknya, Tijjani Reijnders, Malick Thiaw, Theo Hernández, Noah Okafor, dan Pierre Kalulu termasuk di antara pemain yang hengkang setelah AC Milan gagal lolos ke kompetisi Eropa pada musim 2024/25.

AC Milan sempat duduk di peringkat ketiga setelah 20 pertandingan liga dan mencoba memperkuat lini serang dengan meminjam Niklas Füllkrug. Namun, pendekatan pragmatis Allegri gagal membuat AC Milan terlihat sebagai tim yang bisa menantang posisi dua besar. Formasi 3-5-2 mereka sebagian besar menampilkan kombinasi penyerang yang kurang cocok untuk lini depan berisikan dua orang. Christopher Nkunku, Santiago Giménez, Rafael Leão, Christian Pulisic, dan Niklas Füllkrug harus berbagi tanggung jawab untuk menciptakan peluang mereka sendiri.

Performa AC Milan goyah dan melempem di minggu-minggu terakhir kompetisi. Penampilan mereka cukup suram hingga memicu diskusi serius di dalam hierarki klub mengenai arah masa depan tim. Setelah kekalahan dari Cagliari pada hari terakhir, saat tiket Liga Champions sebenarnya berada di tangan mereka sendiri, AC Milan memutuskan untuk berpisah dengan Allegri tidak lama kemudian. Pencarian nahkoda baru di San Siro pun dimulai.

Amorim mengambil alih Manchester United pada November 2024. Ia mencoba membangun kembali skuad dengan filosofi sepak bola baru yang mencakup tim senior dan akademi. Manajemen United terpikat oleh sepak bola mengalir dan terorganisasi yang ia bangun di Sporting Lisbon. Mereka ingin ia mereproduksinya di Inggris dan memberikan jaminan bahwa profil pemain yang tepat akan dicarikan untuk mendukung sistem 3-4-2-1 kesukaannya.

Namun, United tampil sangat mengecewakan musim itu dengan finis di peringkat ke-15 Liga Primer Inggris musim 2024/2025. Mereka juga gagal lolos ke Liga Champions setelah kalah di final Liga Europa dari Tottenham. Selama kampanye tersebut, United harus melakukan pembersihan besar-besaran untuk membangun tim sesuai visi Amorim. Pemain kunci seperti Marcus Rashford, Alejandro Garnacho, André Onana, Jadon Sancho, Antony, Rasmus Højlund, Victor Lindelöf, dan Christian Eriksen dilepas. Sebagai gantinya, Bryan Mbeumo, Matheus Cunha, Benjamin Šeško, Patrick Dorgu, dan Senne Lammens didatangkan untuk mengisi kekosongan.

Amorim juga harus mengubah posisi pemain di dalam skuad. Luke Shaw digeser menjadi bek tengah kiri karena riwayat cederanya, memberi jalan bagi Patrick Dorgu untuk mengambil peran bek sayap kiri. Amad Diallo bergeser menjadi bek sayap kanan, mirip dengan apa yang dilakukan Amorim terhadap Geovany Quenda di Sporting. Sementara itu, Bruno Fernandes menjadi playmaker yang bermain lebih dalam bersama Casemiro dalam posisi double pivot.

Pada musim 2025/26, daya gedor United sebenarnya terbukti lewat catatan 34 gol dalam 20 pertandingan Liga Primer. Namun, banyak pengamat dan penggemar tetap mempertanyakan taktik Amorim. Ia dinilai terlalu setia pada filosofi sepak bolanya dalam pertandingan yang sebenarnya membutuhkan perubahan taktis.

Menurut laporan internal, terdapat tekanan dari manajemen agar Amorim beralih dari formasi 3-4-2-1 ke formasi empat bek tradisional. Hal ini menciptakan benturan kepentingan ideologi taktis di antara kedua belah pihak. Ditambah lagi keputusan Amorim membekukan lulusan akademi Kobbie Mainoo dari susunan pemain utama karena alasan taktis double pivot yang menuntut keseimbangan bertahan dan menyerang. Amorim lebih memilih Casemiro dan Bruno Fernandes. Masalah ini, ditambah hasil imbang di kandang Leeds United di Elland Road, berujung pada kepergiannya dari klub pada awal Januari 2026.

Kini Amorim tiba di AC Milan dengan beberapa pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Untuk posisi penjaga gawang, Amorim menginginkan seseorang yang tegas, vokal, terorganisasi di lini belakang, dan memiliki jiwa kepemimpinan. Mike Maignan dipastikan akan menjadi kiper utama yang tidak tergantikan. Kiper berusia 31 tahun itu bermain hampir di semua laga Serie A musim lalu. Ia akan diminta mendistribusikan bola dari belakang serta melepaskan umpan panjang ke lini tengah atau bek sayap saat menghadapi tim yang bertahan dalam. Kiper berpengalaman Pietro Terracciano dan pemain muda Lorenzo Torriani akan menjadi pelapisnya.

Penggunaan skema tiga bek oleh AC Milan di bawah Allegri akan mengurangi waktu adaptasi struktural yang diperlukan di bawah Amorim, meskipun kedua pelatih menggunakan sistem tersebut secara berbeda. Amorim mendorong bek tengah luarnya untuk maju membawa bola, sementara bek tengah tengah memberikan rasa aman dan membantu mengalirkan penguasaan bola. Ia menyukai garis pertahanan tinggi dan kemampuan bek membawa bola ke area bebas melawan blok pertahanan rendah.

Di posisi bek tengah kanan, Fikayo Tomori menjadi pilihan utama karena kemampuan menguasai bolanya berada di atas opsi lain. Pemain baru Mario Gila Fuentes dan Strahinja Pavlović masing-masing akan mengisi peran bek tengah tengah dan bek tengah kiri. Koni De Winter, Matteo Gabbia, dan pemain muda berbakat Davide Bartesaghi menjadi opsi rotasi untuk kompetisi Liga Europa dan Coppa Italia.

Sektor bek sayap diinstruksikan untuk memberikan kelebaran dalam menyerang dan menjadi pemicu tekanan ke lawan. Di sisi kanan, Alexis Saelemaekers menjadi pilihan logis karena sempat bermain di posisi tersebut musim lalu. Sisi kiri idealnya ditempati oleh Pervis Estupiñán, namun pemain Ekuador berusia 28 tahun itu dirumorkan bakal hengkang, yang bisa membuka pintu bagi pemain muda Davide Bartesaghi.

Lini tengah AC Milan menyediakan banyak opsi, sesuatu yang tidak dimiliki Amorim di Manchester United. Adrien Rabiot, Ardon Jashari, dan Ruben Loftus-Cheek menjadi pilihan untuk sektor sentral. Sementara Yunus Musah dan Youssouf Fofana bisa bertugas sebagai perusak alur bola lawan dengan keunggulan atletis mereka.

Untuk lini serang, Christian Pulisic yang biasa bermain sebagai pemain sayap akan ditempatkan lebih ke tengah. Christopher Nkunku akan mendampinginya untuk memberikan kehadiran di dalam kotak penalti seperti yang pernah ia tunjukkan di RB Leipzig. Penyerang Portugal yang baru direkrut, Gonçalo Ramos, akan menjadi tumpuan utama di lini depan dengan pelapis Santiago Giménez. Sektor sayap murni masih memiliki Samuel Chukwueze dan Rafael Leão.

Namun, beberapa area krusial masih menyisakan masalah bagi AC Milan. Riwayat cedera Mike Maignan menjadi perhatian karena musim lalu adalah kali pertama ia bermain lebih dari 35 laga liga sejak 2021. Sektor sayap juga kekurangan pelapis jika Estupiñán benar-benar pergi, mengingat Bartesaghi baru berusia 20 tahun. Produktivitas gol juga menjadi sorotan tajam setelah AC Milan hanya mencetak 53 gol di Serie A musim lalu.

Kedua belah pihak memasuki kemitraan ini dengan membawa luka dari musim sebelumnya. AC Milan membutuhkan pelatih yang bisa mengubah skuad pragmatis menjadi tim yang ambisius. Di sisi lain, taktis asal Portugal ini membutuhkan klub yang mau mempercayai sistemnya tanpa ada intervensi dari jajaran direksi seperti yang merusak kariernya di Manchester. Hubungan baru ini menawarkan harapan, namun waktu yang akan menjawab apakah ini awal kebangkitan sejati atau sekadar harapan palsu baru bagi publik San Siro.

Topics
#ac_milan #ruben_amorim #serie_a #manchester_united #massimiliano_allegri #san_siro #liga_italia
Jurnalis Spesialis Sepak Bola Internasional & Transfer

Adam Darmawan adalah jurnalis yang mendalami perkembangan sepak bola internasional, liga-liga top Eropa, dan dinamika transfer pemain. Dengan latar belakang di bidang jurnalistik olahraga, ia memiliki pemahaman mendalam tentang strategi klub, performa pemain, dan tren transfer global. Liputannya tentang liga Inggris, Spanyol, Italia, serta bursa transfer menjadikannya sumber terpercaya bagi pembaca yang ingin mengikuti perkembangan sepak bola dunia. Berbasis di Jakarta, ia aktif meliput berbagai ajang olahraga internasional.