Pertandingan final Piala Dunia 2026 akhirnya tiba. Laga puncak yang mempertemukan Spanyol dan Argentina di New Jersey pada hari Minggu ini menjanjikan duel sengit antara dua tim terbaik sepanjang turnamen. Fokus utama laga ini tertuju pada keunggulan kolektivitas permainan kedua tim.
Related Stories
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak berita terbaru tentang Désiré Doué dan PSG dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Now →Sektor lini tengah akan menjadi medan pertempuran utama antara Rodri melawan duet Enzo Fernandez dan Alexis Mac Allister. Spanyol terbukti mampu meredam Prancis berkat kehadiran Rodri di depan lini pertahanan. Bintang Manchester City tersebut telah kembali ke performa terbaiknya saat memberikan pelajaran sepak bola di semifinal melawan Prancis. Jika diberikan ruang, Rodri dipastikan akan mendikte jalannya permainan.
Argentina memiliki agresivitas untuk mengganggu ritme Rodri. Tugas berat ini berada di pundak Enzo Fernandez dan Alexis Mac Allister yang harus menekan kapten Spanyol tersebut sejak awal. Enzo Fernandez telah mencetak gol krusial saat melawan Mesir dan Inggris, sementara Alexis Mac Allister tampil mengancam lini pertahanan lawan. Duo gelandang ini tampaknya telah menemukan kembali performa terbaik mereka seperti saat menjuarai Qatar 2022.
Di posisi penjaga gawang, Unai Simon akan beradu ketangguhan dengan Emiliano Martinez. Berdasarkan statistik, Unai Simon tampil lebih superior dengan hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen. Sebaliknya, Emiliano Martinez telah kebobolan tujuh gol dan belum pernah mencatat clean sheet sejak laga kedua melawan Austria.
Kendati demikian, Emiliano Martinez kerap memberikan dampak besar pada laga penting melalui penyelamatan gemilang maupun aksi provokasinya. Di sisi lain, Unai Simon yang tampil lebih tenang diprediksi akan mendapat ujian berat pertamanya dari Argentina yang merupakan tim paling produktif di turnamen ini. Respons dari kiper asal Basque tersebut akan menjadi faktor krusial bagi Spanyol.
Persaingan tajam juga terjadi di lini depan antara Mikel Oyarzabal dan Julian Alvarez. Mikel Oyarzabal kini menjadi andalan utama Spanyol setelah mencetak dua gol masing-masing ke gawang Arab Saudi dan Austria. Kepercayaan dirinya sedang berada di puncak setelah sukses mengeksekusi penalti ke gawang Prancis, mengingatkan publik pada gol penentunya di final Euro 2024.
Kondisi berbeda dialami Julian Alvarez yang penampilannya sempat terhambat cedera pada awal turnamen. Namun, gol indahnya ke gawang Swiss membuktikan ketajamannya belum hilang. Pelatih Lionel Scaloni menghadapi pilihan sulit karena Lautaro Martinez yang menjadi penentu kemenangan atas Inggris juga terus menekan untuk masuk dalam susunan pemain utama.
Sektor sayap akan menyajikan duel menarik saat Marc Cucurella harus mengawal Lionel Messi. Pada usia 39 tahun, Lionel Messi membuktikan dirinya tetap menjadi salah satu pemain sayap paling berbahaya. Menurut Emiliano Martinez, keputusan pelatih menggeser Lionel Messi ke sisi kanan menjadi kunci kebangkitan Argentina saat mengalahkan Mesir dan Inggris.
Tugas berat kini diemban oleh Marc Cucurella untuk mengawasi pergerakan dinamis Lionel Messi. Namun, minimnya tanggung jawab bertahan Lionel Messi bisa dimanfaatkan Marc Cucurella untuk aktif membantu serangan Spanyol. Untuk mengantisipasi hal ini, Lionel Scaloni kemungkinan akan menugaskan Rodrigo de Paul atau Giuliano Simeone demi meredam agresivitas bek kiri Spanyol tersebut.
Di sisi sayap lainnya, Lamine Yamal akan berhadapan langsung dengan bek berpengalaman Nico Tagliafico. Lamine Yamal sejauh ini masih berjuang memenuhi ekspektasi tinggi publik akibat kendala cedera dan beban mental di panggung besar. Hal ini menjadi celah yang bisa dimanfaatkan oleh Nico Tagliafico.
Nico Tagliafico yang memiliki 76 caps bersama Argentina mempunyai reputasi bagus dalam meredam penyerang sayap cepat. Performa Lamine Yamal saat ini jelas menjadi ancaman yang berbeda. Bek kiri Lyon tersebut membutuhkan dukungan penuh dari Enzo Fernandez dan Lisandro Martinez agar tidak kewalahan menghadapi pergerakan bintang muda Spanyol itu.
Adu taktik antara Luis de la Fuente dan Lionel Scaloni akan menjadi penentu terakhir di atas lapangan. Luis de la Fuente sempat dikritik karena memainkan Gavi di sisi kiri pada laga pembuka, namun sang pelatih segera memperbaiki keputusannya. Spanyol melaju ke final dengan catatan impresif berupa enam kemenangan beruntun dalam waktu normal 90 menit.
Sementara itu, keputusan pergantian pemain yang dilakukan Lionel Scaloni saat melawan Inggris mendapat banyak pujian. Meski demikian, taktik pelatih Argentina tersebut sempat dipertanyakan pada laga-laga sebelumnya karena tim dinilai terlalu bergantung pada sosok Lionel Messi. Lini tengah Argentina sempat tampil kurang meyakinkan saat menghadapi Tanjung Verde, Mesir, dan Swiss.
Menjelang laga final, Lionel Scaloni memiliki lebih banyak hal yang harus dibenahi dibandingkan lawannya. Luis de la Fuente sudah memiliki komposisi tim yang matang dan sukses menyajikan performa paling impresif saat menumbangkan Prancis. Tekanan besar kini berada di pihak Argentina untuk tampil sempurna sejak menit pertama pertandingan.