AS Roma memasuki musim Serie A 2026/2027 dengan ambisi yang lebih besar, jadwal padat, dan Gian Piero Gasperini yang tetap memimpin tim utama. Kampanye ini merupakan musim ke-100 klub dan tahun ke-75 berturut-turut mereka di divisi teratas Italia. AS Roma juga akan berkompetisi di Liga Champions, Coppa Italia, dan Supercoppa Italiana.
Related Stories
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak berita terbaru tentang Désiré Doué dan PSG dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Now →Para pendukung dapat berharap AS Roma untuk kembali memperebutkan tempat di Liga Champions. Persaingan perebutan gelar juara yang sesungguhnya lebih sulit diprediksi. Skuad harus mengatasi empat kompetisi, serta beberapa pertanyaan tersisa mengenai transfer, kedalaman lini serang, dan hubungan Gian Piero Gasperini dengan manajemen klub.
Rencana taktis Gian Piero Gasperini akan tetap menjadi pusat dari musim AS Roma 2026/2027. Timnya biasanya mengandalkan tekanan tegas, struktur pertahanan fleksibel, dan kombinasi serangan cepat. AS Roma menunjukkan tanda-tanda beradaptasi dengan tuntutan tersebut selama musim lalu, tetapi sang pelatih secara terbuka meminta kejelasan yang lebih besar setelah ketidaksepakatan di belakang layar.
Saat membahas musim baru, Gian Piero Gasperini mengatakan bahwa ia perlu bekerja sesuai dengan idenya sendiri. Ia juga menggambarkan AS Roma sebagai skuad kuat dengan fondasi kokoh. Menurut dia, potensi klub lebih tinggi daripada sekadar finis di peringkat kelima atau keenam.
Bagi AS Roma, masalah utamanya adalah keselarasan antara pelatih dan direktur. Otoritas yang jelas atas perekrutan akan memungkinkan Gian Piero Gasperini memilih para pemain yang sesuai dengan skema tekanan tingginya, daripada menyesuaikan sepak bolanya dengan skuad yang tidak cocok.
Skuad AS Roma saat ini berisi campuran produktif antara pemimpin mapan dan pemain muda. Mile Svilar memberikan stabilitas di gawang, sementara Gianluca Mancini, Evan Ndicka, dan Mario Hermoso menawarkan beberapa kombinasi pertahanan.
Berdasarkan komposisi tim, Manu Koné, Bryan Cristante, Neil El Aynaoui, dan Niccolò Pisilli memberi Gian Piero Gasperini banyak pilihan di lini tengah. Niccolò Pisilli bisa menerima peran yang lebih besar setelah menunjukkan kemampuannya untuk tiba terlambat di dekat kotak penalti.
Lini serang membawa janji terbesar. Paulo Dybala tetap menjadi figur kreatif utama AS Roma, sedangkan Matías Soulé dapat beroperasi dari sisi kanan atau di belakang penyerang. Artem Dovbyk menyediakan opsi penyerang tengah yang mengandalkan fisik, dan Donyell Malen menambah kecepatan serta fleksibilitas posisi. Skuad yang terdaftar juga mencakup penyerang muda Robinio Vaz dan beberapa bek yang terikat kontrak jangka panjang.
Ketersediaan Paulo Dybala dapat berdampak besar pada posisi akhir AS Roma. Matías Soulé dan Donyell Malen dapat memikul lebih banyak tanggung jawab kreatif, tetapi AS Roma tetap terlihat lebih berbahaya ketika Paulo Dybala menghubungkan lini tengah dengan penyerang tengah.
Jadwal pertandingan Serie A 2026/2027 memberi AS Roma sedikit waktu untuk bersiap. Kampanye liga mereka dimulai di kandang melawan Fiorentina, diikuti oleh pertandingan melawan Lecce, Atalanta, dan Torino. Inter mengunjungi Stadio Olimpico pada pekan kelima, sementara AS Roma melakukan perjalanan ke Napoli selama pekan kedelapan.
Urutan pembukaan ini akan memberikan tolok ukur awal bagi kemajuan AS Roma. Atalanta akan menguji struktur tekanan mereka, Inter akan memeriksa kredibilitas gelar mereka, dan laga tandang ke Napoli dapat mengekspos kelemahan dalam transisi bertahan. Musim liga dimulai pada akhir pekan 22–23 Agustus 2026 dan berakhir pada 30 Mei 2027.
Kembalinya AS Roma ke UEFA Liga Champions meningkatkan ekspektasi tetapi juga menciptakan masalah pemilihan pemain. Gian Piero Gasperini tidak bisa mengandalkan 13 atau 14 pemain yang sama setiap minggu. AS Roma akan membutuhkan kontribusi berarti dari Niccolò Pisilli, Rensch, Ghilardi, Wesley, dan Robinio Vaz, terutama selama periode yang padat dengan pertandingan Eropa dan domestik.
Klub juga akan bermain melawan Napoli dalam semifinal Supercoppa Italiana pada bulan Desember. Pertandingan itu jatuh pada bagian kalender yang padat, sesaat sebelum pertandingan liga melawan Lazio dan Juventus.
AS Roma harus menargetkan finis empat besar Serie A dan melaju melampaui fase pembukaan Liga Champions. Skuad memiliki kualitas yang cukup untuk menantang klub-klub terkemuka Italia, tetapi perebutan Scudetto akan membutuhkan konsistensi yang lebih baik, lebih sedikit cedera, dan perekrutan musim panas yang produktif.
Gian Piero Gasperini telah menunjukkan kepercayaan diri pada fondasi grup. Jika klub mendukung rencana taktisnya dan para penyerang utama tetap tersedia, AS Roma dapat finis di dalam posisi Liga Champions. Perkiraan realistis berada di kisaran peringkat ketiga hingga kelima, dengan peluang memenangkan piala domestik yang juga terbuka.