Aston Villa mengalami musim panas yang sulit. Penjualan pemain bintang dilakukan demi memenuhi aturan Profit and Sustainability Rules (PSR). Mantan scout senior Villa, Bryan King, menyebut situasi ini konyol.
Villa melepas Morgan Rogers, Youri Tielemans, dan Lucas Digne. Klub mengumpulkan lebih dari 150 juta pound dari penjualan Tielemans dan Rogers. Namun skuad tetap terlihat tipis.
Masa depan Marcus Rashford di Manchester United masih belum jelas. Barcelona memilih tidak membelinya secara permanen karena gaji besar.
Read MoreYouri Tielemans siap melakukan debut bersama Manchester United melawan PSG. Bruno Fernandes juga kembali bergabung dengan skuat Carrick.
Read MoreUnai Emery kehilangan pemain penting. Johan Manzambi dan Joao Gomes harus menggantikan peran mereka. Cedera ACL Amadou Onana memperparah kondisi.
Ezri Konsa juga dikabarkan akan pergi. Skuad Villa mulai pasrah dengan kepergiannya. Emery kini berada dalam situasi sulit.
Aturan PSR Tidak Adil
King mengkritik aturan PSR yang dianggap tidak adil. Ia menyebut Premier League menciptakan masalah ini. Menurutnya, aturan itu hanya menghukum klub tertentu.
"Saya tidak paham kenapa Villa harus begini setelah musim bagus," ujar King kepada Football Insider. "Ini karena aturan fair play yang diciptakan Premier League. Menurut saya, ini konyol."
Ia melihat aturan itu tidak konsisten. Beberapa klub dihukum, yang lain tidak. Padahal kesalahan yang dilakukan serupa.
King membandingkan dengan Tottenham yang bisa belanja lebih dari 300 juta pound. Spurs finis di posisi 17 selama dua musim beruntun. Villa justru juara Europa League tetapi harus berjualan.
Emery Akui Kendala Finansial
Emery sudah mengakui kesulitan ini sejak musim panas lalu. Ia menyebut aturan finansial membatasi investasi klub. Namun ia menerima tanggung jawab tersebut.
"Kami tidak bisa hindari bahwa musim panas ini berat," ujar Emery. "Aturan finansial mengkondisikan investasi kami. Kami akan bekerja keras dan akurat dalam keputusan."
Ia memahami tujuan aturan itu untuk mencegah kebangkrutan. Namun aturan itu jadi penghalang bagi klub dengan manajemen baik. Klub seperti Villa tidak bisa bermimpi lebih tinggi.
Pendapatan dari kesuksesan olahraga butuh waktu untuk direalisasikan. Aturan ini tidak memberi ruang bagi klub berkembang. Villa harus bertahan di tengah keterbatasan.
Tomato News
Submit Comment