Perdebatan mengenai nama olahraga terpopuler di dunia ini terus memecah dunia berbahasa Inggris. Masyarakat kerap mempersoalkan apakah nama yang tepat adalah football atau soccer. Banyak yang menuding bahwa kata soccer merupakan produk ciptaan Amerika, namun sejarah menunjukkan fakta yang berbeda.
Related Stories
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak berita terbaru tentang Désiré Doué dan PSG dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Now →Berdasarkan catatan sejarah, permainan sepak bola purba telah ada sejak lama. Undang-Undang Sepak Bola Skotlandia tahun 1424 menyatakan bahwa raja melarang siapa pun bermain sepak bola dengan ancaman denda empat pence. Sisa-sisa sepak bola formatif ini juga masih dapat dilihat dalam pertandingan Ashbourne Royal Shrovetide Football di Derbyshire, Inggris, yang dimainkan setiap tahun sejak 1667.
Menurut catatan sejarah olahraga, permainan modern seperti yang dikenal pada 2026 ini baru lahir di sekolah-sekolah asrama dan pabrik-pabrik di Inggris pada abad ke-19. Pada tahun 1863, pertemuan pertama Football Association di London resmi menyusun aturan baku permainan berdasarkan Cambridge Rules. Sejak saat itu, lahirlah istilah resmi association football.
Pada saat yang sama, variasi permainan lain muncul di sekolah Rugby School ketika William Webb Ellis memilih untuk menangkap bola dan berlari membawanya. Hal ini melahirkan cabang olahraga baru bernama rugby football. Pemisahan jalur ini menuntut masyarakat Inggris saat itu untuk menemukan istilah pembeda yang praktis untuk kedua jenis permainan tersebut.
Legenda menyebutkan bahwa Charles Wreford-Brown, mantan kapten tim nasional sepak bola Inggris, menjadi orang pertama yang mempopulerkan kata soccer. Saat ditanya apakah ia ingin bermain rugger (sebutan untuk rugby) setelah sarapan, ia menjawab lebih memilih bermain soccer. Kata tersebut merupakan perubahan kreatif dari istilah association.
Berdasarkan studi dari Stefan Szymanski dan Silke-Maria Weineck dalam buku "It's Football, Not Soccer (And Vice Versa)", penggunaan kata soccer di media Inggris seperti London Times terus meningkat hingga tahun 1980. Sementara itu, di New York Times, istilah ini baru melonjak tajam pada dekade 1970-an ketika American football mulai mendominasi olahraga di Amerika. Perbedaan istilah ini murni digunakan demi menghindari kebingungan nama.
Hingga akhir abad ke-20, istilah soccer dan football sebenarnya digunakan secara bergantian di Inggris tanpa memicu konflik. Para legenda Inggris pun tidak keberatan dengan istilah ini. Otobiografi John Charles diberi judul "King of Soccer" dan Sir Matt Busby merilis buku berjudul "Soccer at the Top: My Life in Football". Budaya populer Inggris bahkan masih menggunakan istilah ini dalam berbagai program televisi hingga beberapa tahun lalu.
Sentimen anti-Amerika setelah Perang Dunia Kedua mengubah persepsi global terhadap kata tersebut. Karena Amerika menjadi negara dengan basis olahraga besar yang dominan menggunakan kata soccer untuk membedakannya dengan American football, masyarakat dunia perlahan mulai menganggap istilah tersebut sebagai produk bahasa Amerika. Padahal, Australia dan Irlandia juga menggunakan kata yang sama tanpa menimbulkan perdebatan serupa.