Taktik Thomas Tuchel pada babak akhir pertandingan di Atlanta mendapat kritik tajam dari komentator dan penggemar. Berdasarkan laporan yang beredar, beberapa pemain senior Inggris bahkan turut mempertanyakan keputusan sang pelatih. Tim Tiga Singa terlihat sangat frustrasi saat berusaha mempertahankan keunggulan tipis satu gol melawan sang juara bertahan, Argentina.
Related Stories
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak berita terbaru tentang Désiré Doué dan PSG dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Now →Setelah Anthony Gordon membawa Inggris unggul, mereka justru menerapkan gaya permainan yang sangat bertahan. Thomas Tuchel memasukkan sejumlah pemain belakang untuk menahan gelombang serangan Argentina. Langkah ini dinilai terlalu pasif bagi tim sekelas Inggris.
Saat Argentina menyamakan kedudukan pada menit ke-85, Inggris telah menempatkan Ezri Konsa, John Stones, Marc Guehi, Dan Burn, dan Djed Spence dalam formasi lima bek. Sektor gelandang diisi oleh bek serbabisa Nico O'Reilly, sementara penyerang Harry Kane bahkan harus bermain jauh ke belakang untuk membantu pertahanan.
Thomas Tuchel baru memasukkan Marcus Rashford dan Ivan Toney setelah Argentina berbalik unggul pada masa injury time. Keputusan ini dinilai sudah terlambat untuk menyelamatkan peluang Inggris di Piala Dunia. Kekecewaan mendalam pun langsung mengarah kepada juru taktik asal Jerman tersebut.
Meski Thomas Tuchel membela strategi penumpukan bek tersebut setelah pertandingan, publik tetap meragukan metodenya. Berdasarkan jajak pendapat di situs resmi TNT Sports, sebanyak 61 persen penggemar percaya bahwa mantan pelatih Chelsea itu tidak layak untuk mempertahankan jabatannya di tim nasional Inggris.
Piala Eropa mendatang akan digelar di Inggris Raya dan Irlandia, di mana skuad Tiga Singa kemungkinan besar kembali menjadi tim favorit. Namun, menurut hasil pemungutan suara, 59 persen responden ingin Thomas Tuchel pergi sebelum turnamen itu dimulai, sedangkan 19 persen meminta dia mundur setelah Euro 2028. Sebaliknya, 19 persen sisanya ingin sang pelatih bertahan hingga Piala Dunia 2030 berakhir.
Thomas Tuchel awalnya didatangkan untuk membawa Inggris meraih trofi setelah beberapa kali hampir juara di era Gareth Southgate. Namun, kekalahan dramatis di Amerika Utara memicu keraguan besar. Sebanyak 72 persen penggemar meyakini Tuchel tidak akan memenangkan trofi apa pun selama menjabat, sementara 25 persen memprediksi juara Euro, dan hanya 3 persen yang yakin dia bisa memenangkan Piala Dunia.
Keputusan taktis Thomas Tuchel yang memilih menumpuk bek ketimbang mengunci kemenangan menjadi titik utama kemarahan suporter. Terkait fleksibilitas taktik, hanya 6 persen pendukung yang meminta dia mempertahankan pendekatan serupa. Sementara itu, 35 persen menyarankan penyesuaian kecil, dan 60 persen sisanya menuntut perubahan strategi total demi membawa pulang trofi juara.