Bek tengah Arsenal William Saliba mengalami cedera serius saat membela Prancis dalam laga semifinal Piala Dunia melawan Spanyol. Pemain andalan The Gunners tersebut tampil luar biasa untuk negaranya dalam debut Piala Dunia pertamanya.
Related Stories
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak berita terbaru tentang Désiré Doué dan PSG dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Now →Sayangnya, Saliba harus menerima pukulan besar setelah cedera punggung memaksanya meninggalkan lapangan sebelum babak pertama usai. Ia kemudian digantikan oleh bek Crystal Palace, Maxence Lecroix. Saliba terjatuh ke tanah tanpa adanya kontak fisik atau perebutan bola, yang seketika memicu kekhawatiran di antara rekan-rekan setimnya.
Bintang Arsenal ini selalu menjadi starter dan bermain penuh selama 90 menit di setiap pertandingan Prancis sepanjang turnamen. Satu-satunya pengecualian adalah saat Prancis menang 4-1 atas Norwegia di babak penyisihan grup, ketika posisi mereka di fase gugur sudah dipastikan aman.
Keluar lebih awal menjadi pukulan ganda bagi tim asuhan Didier Deschamps. Beberapa menit sebelumnya, Prancis baru saja tertinggal untuk pertama kalinya dalam kompetisi ini. Mikel Oyarzabal mencetak gol dari titik penalti pada menit ke-22 untuk membawa juara Euro 2024, Spanyol, unggul 1-0.
Prancis belum sempat bangkit dari keterkejutan tersebut saat Saliba mulai merasakan kesakitan pada punggungnya. Namun, Les Bleus bukan satu-satunya pihak yang mengkhawatirkan kondisi sang pemain pasca-pertandingan tersebut.
Manajer Arsenal Mikel Arteta dipastikan menjadi sosok yang paling cemas melihat pemain berusia 25 tahun itu ditarik keluar. Berdasarkan catatan musim lalu, duet Saliba dan Gabriel Magalhaes merupakan tulang punggung keberhasilan Arsenal menjuarai Premier League serta melaju hingga final League Cup dan Champions League.
Mikel Arteta kemungkinan harus memasang Ben White atau Jurrien Timber untuk mendampingi Gabriel jika Saliba absen pada awal musim baru Premier League. Saliba diketahui telah berjuang melawan masalah punggungnya sepanjang turnamen ini dan mengakui bahwa kondisinya tidak sepenuhnya bugar.
Menurut pernyataan Saliba di awal kompetisi, ia sudah merasakan ketidaknyamanan tersebut sejak lama. "Saya mengalami beberapa masalah kecil selama beberapa bulan. Saya harus menahan rasa sakit ini karena ada kompetisi Champions League dan Premier League. Namun, staf pelatih menangani hal ini dengan sangat baik," ujar Saliba.
Saliba juga menambahkan bahwa ambisinya di Piala Dunia membuatnya tetap memaksakan diri tampil. "Piala Dunia hanya bergulir empat tahun sekali, jadi Anda harus bertahan dan berjuang. Kondisi saya memang tidak 100 persen, tetapi banyak pemain lain yang juga tidak berada dalam kondisi 100 persen, jadi Anda tidak bisa membuat alasan," tegasnya.