Kadidiatou Diani resmi menjadi rekrutan keenam London City Lionesses pada musim panas ini. Langkah tersebut menyusul kedatangan nama-nama besar seperti Alexia Putellas dan Mary Earps ke dalam skuad. Klub ini berpotensi menjadi ancaman serius dalam perebutan gelar juara Women's Super League meski baru menjalani musim kedua mereka di divisi tertinggi.
Related Stories
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak berita terbaru tentang Désiré Doué dan PSG dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Now →Berdasarkan laporan yang beredar, Kadidiatou Diani didatangkan dengan biaya transfer yang diperkirakan melebihi 500.000 poundsterling dari Lyon. Klub asal Prancis peraih delapan gelar juara Eropa tersebut diketahui berada di bawah kepemilikan yang sama dengan London City Lionesses, yaitu Michele Kang.
Kadidiatou Diani mengumumkan kepergiannya yang mengejutkan dari Lyon pada hari Senin. Penyerang berusia 31 tahun itu merupakan salah satu pemain kunci klub dan sebenarnya masih menyisakan kontrak satu tahun lagi. Melalui media sosial, ia mengungkapkan keputusan untuk hengkang setelah berhasil memenangkan enam trofi dalam tiga musim di Prancis.
"Ini adalah klub independen dan sangat ambisius. Hal seperti ini cukup langka di sepak bola wanita dan merupakan sesuatu yang sangat saya yakini. Kami tidak perlu bergantung pada klub pria untuk bersaing di level tertinggi, memenangkan gelar, dan meraih banyak kesuksesan. Saya percaya pada proyek ini," kata Kadidiatou Diani dalam wawancara pertamanya.
"Saya telah mendapatkan banyak pengalaman dan bermain di kompetisi besar bersama klub maupun tim nasional. WSL sangat kompetitif dan saya sangat bersemangat untuk memulai babak baru ini. Ini adalah tantangan baru yang besar dan saya menyukai tantangan. Kami memiliki target untuk memenangkan pertandingan sebanyak mungkin dan lolos ke Champions League. Memenangkan trofi untuk klub ini akan sangat luar biasa. Saya pikir kami akan menjalani musim yang sangat indah," tambahnya.
Kedatangan Kadidiatou Diani menegaskan ambisi besar London City Lionesses pada bursa transfer kali ini. Alexia Putellas, pemenang Ballon d'Or dua kali, menjadi rekrutan utama mereka. Selain Kadidiatou Diani, klub juga mendatangkan Mapi Leon, mantan bek Barcelona yang dinilai sebagai salah satu bek tengah terbaik di dunia saat ini.
Untuk memperkuat sektor penjaga gawang, Mary Earps dihadirkan setelah Elene Lete sempat tampil kurang konsisten pada musim lalu. Lini serang mereka juga diperkuat oleh Nicole Anyomi yang mencetak 13 gol dan enam assist di Bundesliga musim 2025-26. Pemain internasional Denmark, Janni Thomsen, melengkapi daftar rekrutan baru di tengah perombakan besar yang melibatkan tujuh pemain keluar dan enam perpanjangan kontrak.
Pelatih kepala Eder Maestre kini mengemban tugas berat untuk memastikan perombakan massal ini tidak berdampak negatif pada tim. Menurut analisis pengamat, ia harus segera membangun kohesi dalam skuad yang banyak berubah ini. Jika berhasil, London City Lionesses diprediksi mampu bersaing ketat di papan atas WSL dan memperebutkan trofi.
Namun, ambisi Kadidiatou Diani untuk membawa klub lolos ke Champions League terbentur regulasi. Aturan UEFA menyatakan bahwa tidak boleh ada individu atau entitas hukum yang memiliki kendali atau pengaruh atas lebih dari satu klub yang berpartisipasi dalam kompetisi klub UEFA. Kasus serupa pernah terjadi di kompetisi pria yang melibatkan kepemilikan multi-klub.
Bagaimana regulasi ini akan memengaruhi peluang London City Lionesses jika mereka berhasil menembus tiga besar WSL masih harus dinantikan. Berdasarkan laporan ESPN pada Mei lalu, manajemen London City Lionesses dikabarkan tengah menjajaki berbagai solusi potensial agar tetap bisa berkompetisi di Champions League andai mereka dan Lyon sama-sama lolos.