Garry Sobers, yang diakui secara luas sebagai salah satu pemain serbabisa atau all-rounder terbesar dalam sejarah kriket, telah meninggal dunia pada usia 89 tahun. Kabar duka ini diumumkan langsung oleh pihak West Indies Cricket pada hari Jumat.
Related Stories
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak berita terbaru tentang Désiré Doué dan PSG dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Now →Berdasarkan pernyataan resmi West Indies Cricket di media sosial, organisasi tersebut memberikan penghormatan terakhir yang mendalam. "Sebuah babak permainan yang hebat telah berakhir. Di dalam hati kami, sekarang dan selamanya, Sir Garfield Sobers," tulis mereka.
Garry Sobers dikenal karena gaya memukulnya yang agresif di lini depan, kemampuan melempar bola dengan kecepatan sedang maupun berputar, serta keahliannya yang luar biasa dalam menjaga lapangan. Sepanjang karier internasionalnya yang membentang selama dua dekade dari tahun 1954 hingga 1974, ia telah mewakili West Indies dalam 93 pertandingan uji coba.
Dalam catatan rekornya, ia berhasil mencetak 26 abad kemenangan. Pukulan ikonik miliknya yang menghasilkan 365 poin tanpa mati saat melawan Pakistan pada tahun 1958 sempat menjadi skor individu tertinggi dalam satu babak uji coba. Rekor legendaris ini bertahan lama sebelum akhirnya dipecahkan oleh Brian Lara pada tahun 1994.
Menurut jajak pendapat yang melibatkan 100 pakar kriket pada tahun 1999, nama Don Bradman dan Garry Sobers terpilih ke dalam lima pemain kriket terbaik abad ke-20 versi Wisden. Garry Sobers sendiri berhasil mengumpulkan total 90 suara dalam pemilihan tersebut.
Sebelum wafat pada tahun 2001, Don Bradman memberikan penghormatan tertinggi kepada rekan sejawatnya itu. "Dia, menurut pendapat saya, adalah pemain kriket terbesar sepanjang masa," ujar Don Bradman. Pujian tersebut tidak hanya didasarkan pada statistik atau gaya bermain, melainkan pada keluasan kemampuan kriket Garry Sobers yang memukau.
Sebagai seorang pemukul, Garry Sobers mencetak 8.032 run dalam 93 pertandingan uji coba dengan rata-rata 57,78. Angka tersebut sudah cukup untuk menjamin tempatnya di jajaran pemain terbaik dunia. Selain itu, ia juga seorang pelempar bola andal yang berhasil mengamankan 235 gawang dengan rata-rata 34,03 run.
Mantan pemain serbabisa asal Australia, Alan Davidson, turut memuji kemampuan luar biasa sang legenda. "Pria itu bisa melakukan apa saja di lapangan kriket kecuali menjadi wasit. Dia adalah pemain kriket yang lengkap, penjaga lapangan yang megah, menguasai semua jenis lemparan, dan ketika berada dalam performa terbaiknya, dia benar-benar menghancurkan pertahanan lawan," ungkapnya.
Alan Davidson juga menambahkan bahwa lawan tidak akan bisa mengatur strategi lapangan untuk menghadapinya. Hal ini dikarenakan Garry Sobers memiliki kemampuan bawaan untuk mencetak angka kapan pun ia inginkan.