Mantan bek kiri tim nasional Spanyol Joan Capdevila terancam melewatkan pertandingan final Piala Dunia 2026. Juara dunia 2010 itu berencana terbang ke New York untuk menyaksikan laga puncak antara Spanyol melawan Argentina. Namun, perjalanan tersebut batal setelah otoritas Amerika Serikat menolak dokumen izin perjalanan elektroniknya atau ESTA.
Related Stories
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak berita terbaru tentang Désiré Doué dan PSG dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Now →Hingga sehari sebelum pertandingan final dimulai, Capdevila masih tertahan dan belum menemukan jalan keluar. Padahal ia berniat membawa anak-anaknya untuk menonton pertandingan. Di New York, ia juga dijadwalkan berkumpul kembali dengan rekan-rekan setimnya saat menjuarai Piala Dunia 2010, seperti Sergio Ramos, Xavi, Andres Iniesta, dan Carles Puyol yang sudah berada di lokasi.
Melihat situasi yang buntu ini, Capdevila langsung mengirimkan pesan terbuka kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump melalui media sosial X. "Saya butuh bantuan!" tulis mantan pemain Atletico de Madrid dan Villarreal tersebut dalam unggahannya.
Melalui pesan lain di media sosial, Capdevila meluapkan rasa kecewa karena tidak bisa menikmati momen penting bersama keluarga dan sahabat lamanya. "Mereka baru saja memberi tahu bahwa saya tidak bisa pergi ke pertandingan final bersama anak-anak karena ESTA saya ditolak. Apakah ada yang bisa membantu saya? Anda tidak bisa membayangkan betapa antusiasnya saya untuk berada di sana bersama rekan-rekan dari tahun 2010," ungkapnya.
Ia juga merasa tidak percaya dengan keputusan imigrasi Amerika Serikat. Menurut pernyataan lanjutannya, hal ini sangat memukul perasaan anak-anaknya yang sangat menggemari sepak bola. "Saya tidak percaya saya dilarang masuk ke Amerika Serikat dan akan melewatkan momen seperti ini bersama anak-anak saya," tambah Capdevila.
Saat berbicara dalam program radio Spanyol El Partidazo de COPE, Capdevila membeberkan alasan di balik penolakan tersebut. Menurut sang mantan pemain, kebijakan ketat Amerika Serikat ini dipicu oleh sebuah pertandingan sepak bola yang pernah ia mainkan di Iran sekitar sepuluh tahun yang lalu.
Otoritas Amerika Serikat menerapkan aturan ketat bagi individu yang pernah mengunjungi negara tertentu. "ESTA saya ditolak karena saya pernah bermain dalam sebuah pertandingan di Iran sepuluh tahun lalu. Tampaknya, jika Anda pernah ke Iran, Anda tidak bisa masuk ke Amerika Serikat kecuali Anda memiliki jenis visa lain atau dokumen sejenisnya," jelas Capdevila.
Kini menjelang laga final Piala Dunia 2026 dimulai, mantan pemain belakang tersebut masih menunggu keajaiban atau solusi instan agar bisa mendarat di New York. Kasus penolakan izin masuk ke wilayah Amerika Serikat ini bukan yang pertama kalinya terjadi sejak turnamen akbar tersebut bergulir.