Pelatih tim nasional Spanyol Luis de la Fuente menyatakan bahwa anak asuhnya telah menghidupkan kembali semangat kemenangan Piala Dunia 2010. Pernyataan ini menyusul kemenangan telak 2-0 atas Prancis pada hari Selasa yang membawa mereka ke partai final. Hasil tersebut membuat tim Matador kini hanya berjarak satu kemenangan lagi dari gelar juara dunia kedua mereka.
Related Stories
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak berita terbaru tentang Désiré Doué dan PSG dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Now →Berdasarkan jalannya laga, Spanyol berhasil meredam lini serang Prancis yang sebelumnya telah mengemas 16 gol sebelum babak semifinal. Prancis bahkan tidak mampu melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran ke gawang Spanyol hingga pertandingan melewati menit ke-80.
"Pesan saya adalah kami menghadapi salah satu tim terbaik di dunia, namun mereka juga sedang menghadapi tim terbaik di dunia," ujar Luis de la Fuente dalam konferensi pers usai pertandingan.
Menurut Luis de la Fuente, para pemainnya menunjukkan komitmen, solidaritas, dan bakat yang luar biasa. Mereka dinilai mampu membuat hal yang sulit menjadi terlihat mudah. Mereka memiliki talenta serta sikap yang tepat terhadap kehidupan dan olahraga.
"Saya melihat ruang ganti yang bahagia dan sebuah negara yang mendukung kami. Kami telah menangkap kembali semangat tahun 2010. Karakter tim ini terlihat jelas dari fakta bahwa mereka yang tidak bermain tetap tinggal untuk berlatih setelah pertandingan selesai," kata Luis de la Fuente menambahkan.
Luis de la Fuente memuji skuad yang dia sebut dibangun di atas kerendahan hati, tujuan bersama, dan ketiadaan ego. Kekuatan utama Spanyol lahir karena semua elemen bergerak ke arah yang sama.
"Saya percaya hal terpenting adalah mengetahui bagaimana memilih rekan perjalanan Anda. Jika Anda salah memilih rekan perjalanan, Anda bisa berakhir dengan masalah," tutur pelatih berusia 65 tahun tersebut.
"Kami tahu bahwa tim ini, bukan hanya para pemain, tetapi semua orang yang membentuk skuad, bekerja untuk tujuan bersama dengan antusiasme yang sama. Kami adalah orang-orang biasa yang murah hati, yang mencari kebaikan bersama sebelum kepentingan individu kami sendiri," ucapnya lagi.
Spanyol yang merupakan juara Euro 2024 kini telah menyamai rekor Italia dengan 37 pertandingan berturut-turut tanpa kekalahan. Kendati demikian, Luis de la Fuente menegaskan bahwa para pemainnya masih memiliki ruang untuk terus berkembang.
"Tim ini tidak pernah berhenti mengejutkan saya. Ruang untuk perbaikan tidak ada habisnya. Ini adalah sebuah kerja keras yang didasari cinta, sebuah proses. Ini adalah tentang mencapai momen krusial dalam kondisi terbaik," katanya.
Luis de la Fuente mengungkapkan bahwa dia ingin menghadapi Argentina di final karena persahabatan dekatnya dengan manajer Lionel Scaloni. Dia juga memuji Inggris dan menggambarkan semifinal lainnya sebagai pertandingan yang bisa dengan mudah menjadi final Piala Dunia.
"Saya tidak percaya pada anggapan bahwa final ada untuk dimenangkan. Final ada untuk dinikmati. Apa yang akan datang bisa menjadi instrumen pelengkap yang sempurna," tegasnya.
Dominasi awal Spanyol membuahkan hasil pada menit ke-20 ketika umpan silang dari Marc Cucurella terbang melewati kotak penalti. Lucas Digne tidak melakukan sapuan kepala dengan sempurna. Pemain Aston Villa itu secara refleks mengayunkan kaki dan melanggar Yamal, menyebabkan bintang Barcelona tersebut terjatuh di area terlarang.
Wasit asal El Salvador Ivan Barton langsung menunjuk titik putih. Setelah penundaan singkat akibat protes para pemain Prancis, Oyarzabal maju sebagai eksekutor dan melepaskan tembakan penalti yang gagal dihalau oleh penjaga gawang Prancis Mike Maignan.
Awal buruk Prancis memburuk pada menit ke-31 ketika bek tengah andalan William Saliba harus pincang keluar lapangan akibat cedera. Posisinya kemudian digantikan oleh Maxence Lacroix.
Spanyol hampir menggandakan keunggulan melalui kerja sama operan yang apik pada menit ke-38. Interaksi luar biasa di tepi kotak penalti berhasil membongkar pertahanan Prancis, namun blok dari Dayot Upamecano berhasil menggagalkan peluang Fabian Ruiz.
Prancis menikmati periode terbaik mereka di menit-menit akhir babak pertama. Hanya antisipasi impresif dari kiper Spanyol Unai Simon yang berhasil menggagalkan peluang Mbappe setelah menerima umpan terobosan cerdik dari Rabiot.
Namun, Spanyol kembali menegaskan dominasi mereka di awal babak kedua. Kegagalan Deschamps dalam menyesuaikan taktik Prancis membuat lini tengah Spanyol kembali memegang kendali penuh atas jalannya permainan.
Pada menit ke-58, Spanyol memberikan pukulan telak bagi lawannya. Porro dan Olmo melakukan kerja sama satu-dua yang sensasional di tepi kotak penalti yang membebaskan Porro. Bek Tottenham tersebut melepaskan penyelesaian akhir yang apik melewati Mike Maignan.
Hanya keputusan offside tipis yang menggagalkan gol ketiga Spanyol pada menit ke-61 ketika bola hasil tembakan Yamal bersarang di dalam gawang Prancis.
Deschamps melakukan sejumlah pergantian pemain secara massal, tetapi Prancis tetap tidak mampu menembus pertahanan rapat Spanyol. Peluang terbaik mereka lahir ketika tembakan Mbappe diblok di tiang dekat oleh Unai Simon.
Frustrasi tim Prancis disimbolkan oleh Mbappe pada menit-menit akhir laga. Pemain baru Real Madrid itu menerima kartu kuning karena melakukan pelanggaran terhadap Unai Simon saat Spanyol mengunci kemenangan.