Kekalahan harus diterima dengan lapang dada. Namun, beberapa pemain Argentina tampaknya kehilangan kendali diri pada Minggu malam setelah peluit panjang final Piala Dunia 2026 berbunyi. Saat para pemain Spanyol mulai merayakan gelar juara kedua mereka berkat gol tunggal Ferran Torres, ketegangan justru memuncak di sisi lain. Beberapa penggawa skuad Albiceleste kehilangan kesabaran dan memicu keributan masal di atas lapangan stadion New York.
Related Stories
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak berita terbaru tentang Désiré Doué dan PSG dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Now →Berdasarkan rekaman pertandingan, Leandro Paredes menjadi sosok yang paling emosional. Gelandang yang kini membela Boca Juniors tersebut sebelumnya sudah mengantongi kartu kuning selama laga berjalan. Usai laga berakhir, ia langsung mendatangi barisan pemain Spanyol. Paredes mendorong Eric Garcia dengan kasar sebelum situasi menjadi semakin tidak terkendali.
Gavi kemudian datang mendekat untuk membela rekan setimnya tersebut. Namun, respons yang didapat gelandang muda Spanyol itu sangat mengejutkan. Paredes langsung mencengkeram dan menjatuhkan Gavi ke tanah dengan gerakan yang menyerupai bantingan bantalan judo atau olahraga bela diri profesional.
Aksi brutal tersebut terjadi tepat di depan mata wasit yang memimpin pertandingan. Sang pengadil lapangan tanpa ragu langsung mengacungkan kartu merah langsung kepada mantan pemain PSG tersebut. Menurut regulasi resmi FIFA, wasit memang tetap memiliki wewenang penuh untuk memberikan sanksi kartu kepada pemain maupun staf tim meski peluit akhir pertandingan telah ditiup.
Keributan sempat meluas ketika para pemain dari kedua tim ikut terseret dalam perselisihan. Anggota staf kepelatihan dari kedua kubu bergerak cepat untuk meredakan situasi dan memisahkan para pemain yang bertikai. Tidak jauh dari lokasi kejadian utama, ketegangan lain juga sempat pecah antara Rodri dan Rodrigo De Paul. Kedua pemain tersebut terlibat adu mulut yang sengit sebelum akhirnya berhasil dilerai oleh rekan-rekan mereka.