Federico Dimarco menegaskan bahwa Inter akan mengarungi musim baru dengan kelaparan gelar yang sama seperti saat meraih dua trofi musim lalu. Bek sayap kiri tersebut juga memetakan persaingan ketat dalam perburuan Scudetto.
Related Stories
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak berita terbaru tentang Désiré Doué dan PSG dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Now →Berdasarkan laporan TuttoMercatoWeb, Dimarco yang mencatatkan 18 asis dan meraih penghargaan MVP Serie A musim lalu menolak membiarkan tingginya ekspektasi mengubah pendekatan kerjanya.
"Saya selalu berusaha memberikan kontribusi dan membantu tim sebaik mungkin. Cara saya berlatih tidak pernah berubah, baik setelah kekecewaan di Liga Champions maupun setelah meraih dua gelar musim lalu," ujar Dimarco.
Menurut Dimarco, konsistensi kerja keras adalah fondasi utama dalam menjaga performa. "Kadang hasil positif datang lebih banyak, kadang lebih sedikit, tetapi agar memiliki hati nurani yang tenang Anda harus selalu memberikan 100 persen. Itulah dasar untuk terus berkembang dari hari ke hari," katanya.
Bintang Timnas Italia itu juga menyoroti pentingnya menjaga motivasi agar terhindar dari rasa puas diri setelah meraih kesuksesan.
"Anda melawannya dengan berlatih secara baik, penuh hasrat dan antusiasme, mengikuti instruksi pelatih, serta yang terpenting menjaga kelaparan untuk menang," tutur Dimarco. "Itu hal yang paling utama. Jika Anda lapar akan kemenangan, Anda sudah melangkah satu tingkat di depan."
Berdasarkan pandangannya mengenai persaingan gelar juara, Dimarco menilai Serie A musim ini akan sangat kompetitif. Ia bahkan mengindikasikan adanya keuntungan kecil bagi tim yang tidak berlaga di kompetisi Eropa.
"Saya melihat Inter tetap sama seperti tahun-tahun sebelumnya, sebuah tim yang berjuang untuk memenangkan Scudetto. Kami tidak pernah bersembunyi dari target itu, bahkan ketika kami gagal mencapainya di masa lalu," ucap Dimarco.
Ia menambahkan bahwa persaingan akan melibatkan banyak klub papan atas. "Saya pikir semua tim memulai dari level yang sama, meski mereka yang tidak bermain di Liga Champions mungkin memiliki sedikit keuntungan karena kompetisi itu menguras banyak energi. Rival utama kami adalah Inter, Milan, Napoli, Juventus, Roma, dan Atalanta. Como juga terus memperkuat skuad. Ada banyak tim yang bisa berbicara banyak sepanjang musim ini."