Tomato News Tomato News
/home / internasional / Lionel Scaloni Menangis, Isyaratkan...
INTERNASIONAL

Lionel Scaloni Menangis, Isyaratkan Mundur Usai Argentina Kalah

Pelatih Argentina Lionel Scaloni menangis saat konferensi pers usai kekalahan di final Piala Dunia

Pelatih Argentina Lionel Scaloni menangis saat konferensi pers usai kekalahan di final Piala Dunia

Sambil meneteskan air mata usai menyaksikan timnya yang bermain dengan 10 orang gagal menjadi juara Piala Dunia secara beruntun, Lionel Scaloni mengaku tidak pasti mengenai masa depannya.

Pelatih berusia 48 tahun tersebut ditunjuk menukangi Argentina setelah tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2018. Saat itu, kemampuannya sempat diragukan karena minim pengalaman sebagai pelatih kepala.

Jika mundur setelah kontraknya habis pada Desember mendatang, Scaloni akan pergi sebagai pelatih paling bergelimang trofi dalam sejarah timnas Argentina. Kekalahan 1-0 dari Spanyol di final Piala Dunia mengikuti kesuksesan meraih gelar pada edisi 2022, serta trofi Copa America pada 2021 dan 2024.

"Saya akan berbicara dengan presiden federasi," kata Scaloni sambil menangis melalui seorang penerjemah. "Saya punya ide tentang apa yang ingin saya lakukan. Saya akan menyelesaikan kontrak saya, dan saya merasa perlu berpikir, karena saya tidak tahu apakah hal sebesar ini bisa dilakukan lagi dan mungkin kami perlu membicarakannya."

"Saya berterima kasih kepada presiden karena telah memberi saya kesempatan berada di posisi ini. Saat itu, ini adalah posisi impian bagi semua orang. Kami telah berusaha hingga menit terakhir untuk memberikan yang terbaik, para staf dan pemain. Saya pikir adil jika saya mengambil waktu ini untuk memikirkannya," lanjut Scaloni.

Menurut catatan sejarah sepak bola Argentina, Scaloni adalah pelatih kedua asal negara tersebut yang berhasil mencapai final Piala Dunia secara berturut-turut dan yang kelima dari kebangsaan apa pun. Carlos Bilardo pernah membawa Albiceleste meraih gelar juara pada 1986 dan final 1990, tetapi tidak menyamai pencapaian Scaloni di Copa America.

Jika Scaloni memilih untuk bertahan, ia dipastikan harus menangani skuad yang sangat berbeda. Lionel Messi kini telah berusia 39 tahun, dan meskipun masih tampil luar biasa dengan delapan gol dan empat asis di turnamen ini, partisipasi pemenang delapan Ballon d'Or tersebut di Piala Dunia 2030 sangat kecil kemungkinannya.

Secara keseluruhan, delapan pemain Argentina menjadi starter pada final 2022 dan 2026. Perombakan besar dipastikan bakal terjadi di tubuh timnas Argentina dalam waktu dekat.

"Saya tidak pernah membayangkan, kami tidak pernah membayangkan, termasuk staf saya, bahwa kami akan berada di tempat ini," ujar Scaloni emosional. "Untuk melanjutkan, Anda membutuhkan banyak hal, terutama menyegarkan pikiran dan me-reboot. Membentuk kelompok seperti ini lagi sangatlah sulit. Ini sungguh menyakitkan. Saya sangat menyesal."

Usai menyampaikan hal tersebut, Scaloni langsung meninggalkan ruangan konferensi pers diiringi tepuk tangan riuh dari para wartawan yang hadir.

Sebelumnya, Scaloni menegaskan tidak memiliki keluhan atas hasil pertandingan final. Spanyol mendominasi penguasaan bola dan tembakan, serta meraih kemenangan lewat gol tunggal Ferran Torres pada menit ke-106.

"Kami merasa sangat berterima kasih kepada seluruh pendukung kami, semua orang yang menyalurkan energi saat kami mengalaminya," kata Scaloni. "Mereka pantas menang. Itulah kenyataannya dan kita harus menerimanya. Namun jujur saja, kami sudah sangat dekat. Saya ingin berterima kasih kepada para pemain dan semua orang yang membantu kami mencapai final Piala Dunia lainnya."

Berdasarkan rekam jejaknya, Scaloni merupakan produk jebolan Newell's Old Boys, klub yang sama tempat Messi bermain sewaktu kecil. Sebagai pemain yang berposisi sebagai gelandang kanan dan bek, ia pernah berkarier selama dua dekade di Argentina, Spanyol, Italia, dan Inggris, meski hanya mencatatkan tujuh penampilan bersama tim nasional senior Argentina.

Tim Jurnalis Profesional Tomato News

Tim Redaksi Tomato News terdiri dari jurnalis profesional dan berpengalaman yang berdedikasi menyajikan informasi akurat dan terkini dari dunia sepak bola dan olahraga. Berbasis di Jakarta, kami hadir sebagai sumber berita olahraga terlengkap untuk masyarakat Indonesia. Tim kami bekerja keras untuk memastikan setiap berita yang kami publikasikan valid, terpercaya, dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan kode etik jurnalisme. Dengan mengedepankan prinsip keberimbangan dan objektivitas, kami berkomitmen menjadi portal berita olahraga terpercaya di Indonesia.