Asosiasi Wasit Italia (AIA) memicu kontroversi sengit setelah memberikan penghargaan khusus kepada wasit Federico La Penna. Sang pengadil lapangan asal Roma tersebut dinobatkan sebagai penerima Penghargaan Giovanni Mauro atas kinerjanya sepanjang musim 2025-26, meskipun sempat membuat salah satu keputusan paling kontroversial musim ini saat mengartu merah bek Juventus, Pierre Kalulu, dalam laga melawan Inter.
Related Stories
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak berita terbaru tentang Désiré Doué dan PSG dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Now →Penghargaan Giovanni Mauro merupakan penghormatan tertinggi bagi pengadil lapangan pada akhir musim Serie A. Keputusan AIA untuk menyerahkan trofi tersebut kepada Federico La Penna langsung memicu kemarahan publik, kritik keras, serta reaksi negatif dari banyak penggemar sepak bola Italia.
Kontroversi terbesar Federico La Penna terjadi ketika ia memberikan kartu kuning kedua yang berujung kartu merah untuk Pierre Kalulu karena dianggap melanggar bek Inter, Alessandro Bastoni. Berdasarkan tayangan ulang, mayoritas pengamat dan publik menilai keputusan tersebut murni kekeliruan karena Bastoni sengaja melakukan simulasi kontak.
Pada saat insiden itu terjadi, teknologi Video Assistant Referee (VAR) tidak dapat mengoreksi keputusan tersebut. Protokol yang berlaku saat itu mengikat tangan petugas VAR karena sistem tidak diizinkan melakukan intervensi terhadap keputusan kartu kuning kedua.
Menurut laporan media lokal, insiden kontroversial tersebut menjadi salah satu pemicu utama perubahan aturan protokol sepak bola. Mulai musim ini di Serie A dan ajang Piala Dunia, VAR telah diberi wewenang resmi untuk memberi tahu wasit utama jika terjadi kesalahan fatal terkait pemberian kartu kuning kedua.
Meskipun Federico La Penna memimpin banyak pertandingan lain sepanjang musim dengan baik, tindakan AIA yang tetap menganugerahkan gelar wasit terbaik kepadanya terus menimbulkan kekecewaan mendalam di kalangan pencinta sepak bola Italia.