Arsenal diperkirakan bakal menerima dana kompensasi lebih dari £4 juta dari FIFA. Kepastian ini didapat setelah bek andalan mereka, William Saliba, mengalami cedera punggung serius saat membela tim nasional Prancis di ajang Piala Dunia.
Related Stories
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak berita terbaru tentang Désiré Doué dan PSG dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Now →Saliba yang berusia 24 tahun sudah bermain menahan rasa sakit sejak Maret lalu. Ia akhirnya tumbang saat Prancis kalah 0-2 dari Spanyol di babak semi final. Bek tangguh tersebut terpaksa keluar lapangan pada menit ke-30 dan digantikan oleh pemain Crystal Palace, Maxence Lacroix.
Laporan medis mengungkap bahwa Saliba berpotensi absen hingga lima bulan dan kemungkinan besar harus menjalani operasi punggung. Cedera ini serupa dengan masalah yang pernah menimpanya pada akhir musim 2022/23 lalu.
Menurut manajer Prancis, Didier Deschamps, rasa sakit yang dialami Saliba menjadi "tidak tertahankan" saat pertandingan melawan Spanyol. Deschamps mengonfirmasi bahwa Saliba telah menjalani pemeriksaan medis dan cederanya memerlukan penanganan serius.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Arsenal belum memberikan rincian pasti mengenai jadwal pemulihan sang pemain. Namun, Saliba diperkirakan harus absen dari lapangan hijau setidaknya hingga pertengahan November mendatang.
Meskipun kehilangan Saliba menjadi pukulan telak bagi Mikel Arteta, Arsenal berhak mengklaim kompensasi finansial melalui Club Protection Programme milik FIFA. Program yang berjalan sejak 2012 ini menanggung gaji pemain yang cedera saat membela tim nasional.
Syarat klaim tersebut mewajibkan pemain absen minimal 28 hari berturut-turut akibat cedera di laga internasional. Mengingat Saliba menerima gaji sekitar £250.000 per minggu, Arsenal berpeluang mengantongi setidaknya £4 juta dari FIFA.
Suntikan dana kompensasi ini memberi ruang tambahan bagi Arsenal di bursa transfer. Klub London Utara tersebut kini dikaitkan dengan bek Aston Villa dan Inggris, Ezri Konsa, sebagai alternatif pengganti Saliba.