Tim nasional Prancis mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan hasil yang mengecewakan. Les Bleus harus puas menempati peringkat keempat setelah takluk dari Inggris dengan skor mencolok 4-6 dalam laga perebutan tempat ketiga di Miami. Kekalahan ini menyisakan cerita negatif bagi gelandang serang Prancis, Rayan Cherki.
Related Stories
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak berita terbaru tentang Désiré Doué dan PSG dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Now →Pertandingan tersebut menjadi kesempatan pertama bagi Rayan Cherki untuk tampil sebagai starter sepanjang turnamen ini. Meski sempat menunjukkan performa menjanjican pada awal laga, pemain Manchester City itu segera meredup bersama rekan-rekan setimnya. Dia gagal menemukan ritme permainan dan tampil tanpa gairah di lapangan.
Performa buruk tersebut memaksa pelatih Didier Deschamps bertindak tegas. Pada jeda babak pertama, Didier Deschamps langsung menarik keluar Rayan Cherki bersama tiga pemain lainnya, yaitu Theo Hernandez, Desire Doue, dan Ibrahima Konate. Langkah ini diambil demi menyelamatkan tim dari keterpurukan yang lebih dalam.
Masalah tidak berhenti sampai di situ. Berdasarkan laporan dari RMCSport, situasi memanas ketika Rayan Cherki terlibat perselisihan tegang dengan Didier Deschamps saat jeda minum. Mantan pemain Lyon tersebut tampak tidak mematuhi instruksi taktis dan menunjukkan gestur frustrasi saat menerima teguran keras dari sang pelatih.
Pertandingan ini menjadi penampilan ke-14 Rayan Cherki bersama tim nasional Prancis. Laga melawan Inggris tercatat sebagai performa paling mengecewakan sejak debutnya setahun lalu. Secara keseluruhan, kiprah sang gelandang sepanjang turnamen di Amerika Serikat ini dinilai gagal memberikan dampak berarti bagi tim.
Jurnalis Florent Gautreau memberikan analisis tajam mengenai situasi ini dalam acara After Foot di RMC. Menurut Florent Gautreau, sikap Rayan Cherki di dalam skuad sebenarnya tidak bermasalah, namun performanya di lapangan sangat mengecewakan.
"Saya pikir dia memiliki sikap yang baik dalam grup, dia bahkan seperti maskot bagi tim. Saya tidak akan menilai Cherki dari perilakunya karena dia adalah orang yang baik dan hubungan di dalam skuad berjalan lancar. Dia hanya memiliki masalah dengan pelatih, dan hal itu biasa terjadi," ujar Florent Gautreau.
Namun, Florent Gautreau mengkritik keras kontribusi teknis sang pemain di lapangan hijau yang dianggap tidak memenuhi standar level internasional. Dia menilai sang gelandang selalu gagal tampil maksimal dalam setiap kesempatan yang diberikan.
"Hal yang mengganggu saya adalah dia tidak pernah bermain bagus. Saat masuk sebagai pemain pengganti, dia tidak bagus. Ketika menjadi starter, dia juga tidak bagus. Jangan berpikir bahwa di bawah asuhan Zinedine Zidane nanti dia akan mendapat jaminan posisi, meskipun Zinedine Zidane menyukai profil pemain seperti dia," kata Florent Gautreau menutup komentarnya.