Turnamen akbar Piala Dunia 2026 di Amerika Utara telah memasuki fase krusial menjelang partai final. Berdasarkan pengamatan performa sepanjang kompetisi, nilai pasar sejumlah talenta muda dunia mengalami lonjakan signifikan, sementara beberapa nama besar lainnya justru mengalami penurunan harga akibat performa yang kurang maksimal.
Related Stories
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak berita terbaru tentang Désiré Doué dan PSG dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Now →Lamine Yamal menjadi komoditas paling berharga di jagat sepak bola saat ini. Penyerang sayap Barcelona berusia 19 tahun itu tampil memukau dan berhasil membawa Spanyol melaju ke babak final. Nilai pasarnya kini melonjak menjadi 210 juta poundsterling dari yang semula berkisar di angka 200 juta poundsterling sebelum turnamen dimulai.
Bintang muda Prancis, Michael Olise, juga mencatatkan kenaikan nilai pasar yang masif setelah tampil mengesankan bersama tim nasional Prancis di bawah asuhan Didier Deschamps. Pemain Bayern Munich tersebut kini dibanderol seharga 140 juta poundsterling, dengan rumor yang menyebutkan bahwa Real Madrid siap menggelontorkan dana besar demi merekrutnya.
Di kubu Argentina, Enzo Fernandez berhasil menjadi pahlawan berkat gol jarak jauhnya yang krusial ke gawang Inggris pada babak semifinal. Aksi impresif gelandang Chelsea ini membuat nilai pasarnya naik menjadi 95 juta poundsterling. Kenaikan harga ini terjadi di tengah spekulasi kuat mengenai masa depannya di Stamford Bridge, dengan Real Madrid disebut-sebut sebagai destinasi impian sang pemain.
Nasib berbeda dialami oleh rekan setim Fernandez, Julian Alvarez dan Nico Paz, yang justru mengalami penurunan nilai pasar selama turnamen ini. Alvarez, yang menyatakan keinginannya untuk meninggalkan Atletico Madrid, kurang memberikan dampak instan sehingga nilainya turun menjadi 105 juta poundsterling. Sementara itu, Nico Paz yang kesulitan menembus taktik utama Argentina kini bernilai 55 juta poundsterling.
Menurut analisis pasar selama turnamen, beberapa pemain kejutan seperti Ayyoub Bouaddi dari Maroko dan Yan Diomande dari Pantai Gading juga mengalami lonjakan harga yang impresif setelah tampil solid di fase grup. Sebaliknya, gelandang Inggris Elliot Anderson mengalami penurunan nilai pasar menjadi 95 juta poundsterling setelah gagal menunjukkan performa konsisten di bawah asuhan Thomas Tuchel.