Turnamen Piala Dunia kini mendekati pekan terakhir. Kompetisi ini semakin dekat dengan momen kejayaan bagi tim nasional yang memiliki bakat untuk memenangkan hadiah utama. Pertandingan terakhir musim panas ini juga diprediksi menjadi panggung bagi deretan talenta kelas dunia. Mereka telah mengukuhkan status sebagai pemain terbaik generasi ini, sekaligus mengejar gelar pencetak gol terbanyak dalam sejarah Piala Dunia.
Related Stories
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak berita terbaru tentang Désiré Doué dan PSG dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Now →Berdasarkan keterangan Harry Kane pada hari Jumat, ia menggunakan performa para pesaingnya sebagai motivasi untuk mencapai tujuan akhir.
"Ini telah menjadi Piala Dunia yang luar biasa dalam hal penyerang top dan semua pencetak gol terbanyak yang mencetak gol serta memengaruhi pertandingan," ujar pemenang Sepatu Emas Piala Dunia 2018 tersebut. Menurutnya, hal ini tidak selalu terjadi di turnamen besar. Ia menilai para penggemar dan media sangat menikmati tontonan ini. Dari sudut pandangnya, kompetisi ini sangat bagus dan mendorong dirinya untuk berada di level terbaik. Target utamanya adalah memenangkan Piala Dunia bersama Inggris, bukan Sepatu Emas. Namun, ia menyadari perannya sebagai pencetak gol dan pemain nomor sembilan. Jika ia mencetak gol, hal itu tentu akan membantu tim. Oleh karena itu, ia menikmati waktu di atas lapangan. Sejak awal turnamen, ia merasa berada di kondisi yang sangat baik dan selalu bersemangat untuk bertanding bersama rekan setim demi meraih kesuksesan.
Kane kini menjadi salah satu pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia dengan koleksi 14 gol. Pada usia 32 tahun, ia menjadi sosok sentral bagi Inggris dan menjelma sebagai versi terbaik dari dirinya sendiri.
Performa impresif Kane di Piala Dunia ini berlanjut setelah musim yang luar biasa bersama Bayern Munich. Ia berhasil mencetak 61 gol dari 51 pertandingan di semua kompetisi. Ia juga menyamai rekor pribadinya di Bundesliga dengan 36 gol. Kepindahannya ke raksasa Jerman tersebut terbukti membuahkan hasil positif setelah tiga musim berjalan.
Menurut Thomas Tuchel, bergabung dengan lingkungan seperti Bayern Munich yang menuntut kemenangan setiap hari akan membentuk mentalitas seorang pemain. Klub tersebut memiliki mentalitas untuk tidak menerima apa pun selain yang terbaik dan kemenangan di setiap sudut gedung. Mentalitas serupa juga dimiliki oleh klub seperti Real Madrid dan banyak pemainnya yang merumput di klub dengan level seperti itu.
Kane berharap perkembangan positif dirinya selaras dengan pencapaian Inggris. Berada di Piala Dunia ketiganya dan di akhir masa keemasan kariernya, ia mengakui ingin melihat pengalaman ini berbuah gelar juara Piala Dunia yang kedua bagi Inggris. Tim ini diperkuat kombinasi pemain berbakat dari beberapa generasi berbeda setelah mencatatkan rekam jejak impresif dalam beberapa tahun terakhir. Inggris berhasil menembus semifinal Piala Dunia 2018 dan perempat final 2022, serta bermain di final Euro 2021 dan turnamen 2024.
"Saya pikir pada 2018, kami adalah tim muda yang tidak berpengalaman saat menuju Piala Dunia Rusia," kenangnya. Saat itu, tidak ada ekspektasi besar terhadap skuad mereka. Namun, mereka tetap memiliki keyakinan dapat melakukan sesuatu yang istimewa. Berkaca dari hasil dua final turnamen besar dalam tiga kompetisi terakhir, ia menilai banyak pemain saat ini yang sudah terbiasa tampil dalam pertandingan besar di momen-momen krusial. Menurut Kane, timnya kini lebih siap menghadapi situasi ini. Namun, mereka tetap harus turun ke lapangan dan tampil di level tertinggi karena detail kecil dalam fase gugur dapat menjadi pembeda besar.
Erling Haaland menjadi penghalang utama bagi Kane dalam urusan mencetak gol. Bintang Norwegia tersebut tampil tajam dalam debut Piala Dunia miliknya. Performa Haaland akan menjadi kunci jika tim Viking ingin mengejutkan salah satu tim favorit juara. Meski menyadari kemiripan posisi mereka, Kane langsung menunjukkan perbedaan di antara keduanya.
"Pertama-tama, saya pikir kami adalah pemain yang sama sekali berbeda," kata Kane. Ia memuji Erling Haaland yang tampil luar biasa dengan rekor golnya yang fantastis, fisik seperti mesin, dan penyelesaian akhir tingkat tinggi. Kane melihat dirinya sebagai pemain yang berbeda. Walau mencetak jumlah gol yang sama, ia lebih suka menguasai bola sedikit lebih banyak dan terlibat dalam permainan, meskipun ia tetap bermain sebagai penyerang nomor sembilan murni.
Ia juga menyadari bahwa persaingan perebutan Sepatu Emas menjadi sorotan utama dalam laga perempat final pada hari Sabtu.
"Saya pikir ini bukan untuk membandingkan diri kami," ucapnya. Ia sangat menghormati Haaland sebagai pemain dan profesional. Kane berharap Haaland akan menjalani hari yang tenang esok hari, tetapi performa keseluruhan bintang Norwegia tersebut dalam beberapa tahun terakhir sudah membuktikan kualitasnya sebagai pemain yang fantastis.