Dua kubu, dua atmosfer yang bertolak belakang. Mirip dengan situasi media Prancis dan Spanyol sehari sebelumnya, media Inggris dan Argentina menyambut Kamis pagi dengan perasaan yang sangat berbeda. Hal ini terjadi setelah kekalahan Three Lions dari Albiceleste dengan skor 1-2 pada laga semifinal Piala Dunia 2026. Setelah sempat memimpin lewat gol Anthony Gordon, Inggris harus menerima kenyataan pahit setelah dibalikkan oleh dua gol cepat Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez di menit-menit akhir pertandingan.
Related Stories
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak berita terbaru tentang Désiré Doué dan PSG dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Now →Pers Inggris tidak segan-segan mengkritik Thomas Tuchel atas performa buruk timnya pada tiga puluh menit terakhir pertandingan. Media umum di Inggris pun mulai meratapi kekalahan ini pada hari Kamis. The Independent memasang tajuk utama "Patah hati bagi Inggris" di halaman depan mereka, menyertai foto Harry Kane yang tertunduk lesu setelah eliminasi tersebut.
Kapten tim nasional Inggris tersebut juga menjadi sorotan utama di halaman depan Daily Mail versi cetak. Media tersebut menulis judul yang sangat lugas: "Malam di mana impian kami akhirnya mati". Surat kabar harian itu kemudian membahas tentang "penderitaan mendalam" yang melanda seluruh negeri setelah kekalahan dari "Anda tahu siapa". Layaknya tokoh Voldemort dalam kisah Harry Potter, media tersebut bahkan enggan menyebut nama Lionel Messi yang menyumbang dua assist, maupun nama Argentina.
Pada halaman olahraga, Daily Mail secara khusus menyoroti Harry Kane yang dinilai "tidak mampu" menunjukkan performa terbaiknya dalam laga semifinal yang penuh drama ini. Sebaliknya, Lionel Messi kembali menyajikan "masterclass" yang sukses menghancurkan hati publik Inggris.
Tema penderitaan ini juga diangkat oleh media Inggris lainnya, termasuk Daily Express. Mereka kembali mengingatkan publik bahwa negara penemu sepak bola ini masih harus menunggu lebih lama untuk merengkuh trofi Piala Dunia kedua setelah kesuksesan pertama pada tahun 1966.
Daily Express menulis tajuk utama "Penderitaan berlanjut seiring penantian kami yang terus berjalan". Mereka juga menambahkan kepedihan mendalam yang dirasakan seluruh negeri dengan kalimat: "Keputusasaan setelah hancurnya mimpi Inggris untuk mengulangi kejayaan 1966, menyusul kekalahan dari Argentina".
Di sisi lain, Argentina merayakan keberhasilan mereka lolos ke final Piala Dunia untuk kedua kalinya secara beruntun. Surat kabar Olé memajang foto Lionel Messi dan rekan-rekan setimnya dengan tajuk utama "Pahlawan: remontada historis", sebelum mengejek tim yang kalah dengan tulisan: "Ciao Inggris". Sentimen serupa juga muncul di harian Clarin yang memuji kemenangan dramatis tersebut berkat "tekad yang luar biasa".
Pada halaman depan media umum dan surat kabar La Capital, foto Lionel Messi yang digendong oleh rekan-rekan setimnya setelah memastikan tiket ke final mendominasi laporan. Mereka kembali menekankan keberanian Albiceleste untuk membalikkan keadaan atas Three Lions melalui sebuah "remontada historis" yang memberikan "pelajaran tentang sepak bola dan keberanian".
Setelah tersingkirnya Prancis, laga final yang mempertemukan Spanyol dan Argentina menjadi final impian bagi banyak media Eropa. Di Spanyol, publik sudah tidak sabar untuk menyaksikan duel dua kekuatan terbaik sepak bola dunia yang akan digelar hari Minggu malam di MetLife Stadium, New York.
Marca memasang tajuk utama "Final terindah di dunia" di halaman depan mereka, sementara As menyebut laga ini sebagai sebuah "finalissima". Di wilayah Catalonia, media juga sangat antusias melihat prospek tim asuhan Lamine Yamal menantang pasukan Lionel Messi.
"Final melawan Messi, ini gila!", tulis harian Sport dengan penuh semangat. Sementara itu, Mundo Deportivo menyebutnya sebagai "duel monumental" dan "akhir yang brutal" di mana "La Pulga" memimpin kebangkitan luar biasa Argentina untuk mempertahankan gelar juara dunia mereka.
Di Prancis, surat kabar L'Equipe menyoroti perjalanan luar biasa tim nasional Argentina yang kembali bangkit dari tepi jurang kekalahan hingga akhirnya lolos ke final dengan tajuk utama yang sangat jelas: "Para imortal". Di Italia, publik ikut bergembira melihat salah satu pemain Serie A, penyerang Inter Milan Lautaro Martinez, memainkan peran krusial dalam kebangkitan Argentina sebelum akhirnya meneteskan air mata bahagia.
Menurut laporan Gazzetta dello Sport, tajuk utama mereka berbunyi "Lautaro dari Tuhan" disertai foto-foto sang penyerang Argentina yang masuk sebagai pemain pengganti dan menjadi pahlawan bagi negaranya. Sky Sport di Italia juga memuji performa penyerang Inter Milan tersebut. Memulai laga dari bangku cadangan, ia mencetak gol lewat sundulan kepala yang indah untuk "mengirim Argentina ke babak final".