Langkah USMNT di Piala Dunia 2026 harus terhenti dengan cara yang tragis. Tim asuhan Mauricio Pochettino menampilkan permainan terburuk mereka sepanjang turnamen saat menghadapi Belgia. Tidak ada satu pun pemain Amerika Serikat yang mampu menunjukkan performa standar mereka di lapangan.
Related Stories
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak berita terbaru tentang Désiré Doué dan PSG dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Now →Kiper utama USMNT mengawali laga dengan penyelamatan gemilang pada detik-detik awal. Namun, dia kehilangan fokus sepenuhnya pada gol ketiga Belgia. Kesalahan fatal tersebut menutup peluang bangkit bagi timnya. Penampilan buruk ini diprediksi bisa membuat sang penjaga gawang kehilangan posisi utama setelah turnamen berakhir.
Lini pertahanan Amerika Serikat tampil di bawah performa terbaik mereka. Dest terlihat kesulitan sepanjang laga dengan sentuhan dan operan yang tidak akurat. Sementara itu, bek tengah mereka sering keluar dari posisi karena harus mengejar pemain lawan akibat kurangnya dukungan dari rekan setim.
Sektor tengah juga gagal membendung dominasi Belgia. Pemain tengah yang biasanya tampil konsisten justru bermain ceroboh dan kesulitan mengalirkan bola berbahaya. Satu-satunya gol hiburan Amerika Serikat lahir melalui eksekusi tendangan bebas yang beruntung, tetapi secara keseluruhan kreativitas lini tengah mati kutu.
Lini depan USMNT tidak mendapatkan pasokan bola yang memadai. Penyerang utama yang dipercaya tampil sejak awal gagal memanfaatkan satu peluang emas di dalam kotak penalti. Pemain pengganti sempat memberikan sedikit energi positif di babak kedua dan hampir mencetak gol, namun hal itu tidak cukup untuk mengubah keadaan.
Menurut Mauricio Pochettino, anak asuhnya kehilangan kepaduan dan energi yang sebelumnya terlihat pada babak 32 besar. "Kami tidak benar-benar berada di dalam pertandingan dan hari ini bukan hari kami," ujar pelatih asal Argentina tersebut setelah laga usai. Berdasarkan evaluasi pascapertandingan, tim kepelatihan kini harus merefleksikan seluruh kegagalan ini untuk membenahi skuad di masa depan.