Tomato News Tomato News
/home / liga spanyol / Kunci Spanyol Juara Piala Dunia...
LIGA SPANYOL

Kunci Spanyol Juara Piala Dunia Menurut Xavi, Mirip Generasi 2010

Xavi Hernandez saat memberikan analisis mengenai performa tim nasional Spanyol menjelang final

Xavi Hernandez saat memberikan analisis mengenai performa tim nasional Spanyol menjelang final

Xavi Hernández masih menunggu kesempatan baru untuk kembali ke kursi kepelatihan. Sejak meninggalkan Barcelona pada tahun 2024, pria asal Terrassa ini belum menentukan pelabuhan baru meski sempat diminati oleh Manchester United. Di ambang laga final Piala Dunia, ia memberikan analisis mendalam mengenai peluang Spanyol untuk menumbangkan Argentina pada hari Minggu ini, seraya memberikan sorotan khusus kepada Lamine Yamal.

Berdasarkan wawancara dengan RNE, Xavi Hernández tanpa ragu melemparkan pujian kepada Lamine Yamal, sosok muda yang ia beri debut di Barcelona. "Ketika saya melihatnya siap, dan itu sejak hari pertama, kami langsung memainkannya," ujar sang pelatih. Selain membahas talenta muda tersebut, ia juga menyinggung sosok ikonik Leo Messi. "Kami kehabisan kata-kata untuk menggambarkan seseorang yang memiliki kerendahan hati sebesar itu untuk terus bersaing," ucapnya.

Xavi Hernández mengenang kembali momen awal saat ia mengorbitkan Lamine Yamal di klub Catalan. "Kami melihatnya saat ia baru berusia 15 tahun. Itu adalah periode ketika klub sedang mengalami kesulitan finansial. Kami harus bertaruh pada para pemain akademi. Kami melihat Lamine berbeda sejak usia 15 tahun. Sejak saat itu, kami menaikkannya ke tim utama. Ketika saya melihatnya siap, sejak hari pertama, kami memainkannya," kata Xavi Hernández.

Menurut penilaiannya, Lamine Yamal memiliki kecerdasan bermain yang luar biasa tinggi untuk pemain seusianya. "Dia memahami segalanya dan selalu mengambil keputusan yang tepat. Dia adalah pesepak bola pembeda yang dimiliki Spanyol. Dia sebuah berkah. Dia memiliki segalanya untuk menjadi pemain terbaik di dunia," tutur Xavi Hernández. Bintang muda Spanyol tersebut kini bersiap mencetak sejarah baru setelah memenangi Euro 2024 dan membidik trofi Piala Dunia pada laga krusial melawan Argentina.

Mantan gelandang legendaris Barcelona itu bahkan meyakini sang penyerang sayap bisa melampaui para pendahulunya. "Dia seorang jenius, mungkin dalam sejarah Spanyol belum pernah ada pemain yang begitu pembeda seperti Lamine Yamal. Lihat juga bagaimana performa Cubarsí. Saya merasa kasihan pada Fermín, tetapi ada Pedri. Ada satu generasi di Barça yang kini berlanjut ke tim nasional untuk 10 atau 15 tahun ke depan. Saya sangat bangga karena kami melihat mereka tumbuh selama masa kami sebagai staf pelatih di Barça," ujarnya.

Juara dunia 2010 itu turut memuji kemenangan krusial Spanyol atas Prancis pada hari Selasa lalu yang mengantarkan skuad asuhan Luis de la Fuente ke partai puncak. "Saya pikir itu adalah pertandingan terbaik Spanyol di Piala Dunia ini. Laga itu adalah sebuah ode untuk sepak bola. Sudah bertahun-tahun saya tidak melihat tim yang begitu solid, begitu tajam dalam menyerang dan kokoh dalam bertahan. Terlebih lagi itu dilakukan saat melawan Prancis yang merupakan tim terkuat saat ini," kata dia menambahkan.

Xavi Hernández sangat optimistis bahwa momentum positif ini akan membawa Spanyol mengangkat trofi Piala Dunia 2026. "Ini adalah saatnya. Ini adalah waktu bagi sang pelatih, para pemain, dan generasi ini. Mereka telah membentuk sebuah tim besar dalam segala aspek. Tidak ada banyak ego di sana. Skuad ini sangat mirip dengan tim Spanyol kami pada tahun 2010. Saya berpikiran positif bahwa gelar juara akan terwujud," ucapnya tegas.

Terkait hubungannya dengan megabintang Argentina, Leo Messi, Xavi Hernández menegaskan ikatan emosional mereka yang masih terjaga. "Saya menganggapnya sebagai seorang sahabat sebelum hal lainnya, kami memiliki hubungan personal yang sangat baik. Setelah itu, saya tidak punya kata-kata lagi untuk mendefinisikannya. Saya katakan kepadanya bahwa saya tidak tahu harus bicara apa lagi. Kita tertegun melihat orang dengan kerendahan hati seperti itu tetap lapar berkompetisi, dia adalah binatang kompetitif. Dia juga mampu menjalankan peran sebagai pemimpin spiritual di timnya dengan sangat baik," tutur Xavi Hernández.

Mengenai masa depannya sendiri, Xavi Hernández membuka peluang untuk beralih ke level internasional guna menjaga keseimbangan hidup. "Menggawangi sebuah tim nasional akan sangat cocok bagi saya di tingkat keluarga. Melatih sebuah klub tidak akan memberi saya banyak waktu bersama keluarga, sementara anak-anak saya masih kecil. Saya katakan secara terbuka bahwa itu akan cocok. Saya memiliki keinginan untuk berpartisipasi sebagai pelatih di ajang Piala Dunia, Euro, Piala Afrika, atau Piala Asia," pungkasnya.

Topics
#fc_barcelona #piala_dunia #timnas_spanyol #xavi_hernandez #lamine_yamal #leo_messi
Jurnalis Olahraga & Gaya Hidup Atlet

Ahmad Ridwan adalah jurnalis olahraga yang passionate mengulas berbagai cabang olahraga, profil atlet, dan gaya hidup sehat. Berbasis di Jakarta, ia aktif meliput perkembangan olahraga nasional, event olahraga, serta inspirasi dari para atlet Indonesia. Tulisan-tulisannya yang segar dan informatif memberikan wawasan mendalam tentang dunia olahraga dan pentingnya gaya hidup aktif bagi masyarakat.