Kepergian Tanguy Nianzou dari Sevilla FC tampaknya hampir selesai. Namun, tidak ada seorang pun di kubu Nervion yang ingin merayakan terlalu cepat. Kepergian ini akan menjadi kelegaan finansial yang besar untuk perencanaan musim 2026/2027. Direktur Olahraga Sevilla FC, José Ignacio Navarro, bersikap sangat hati-hati pada Rabu kemarin saat mengevaluasi kepergian bek tengah asal Prancis tersebut ke Lille serta penjualan Akor Adams ke Venezia yang juga masih tertahan.
Related Stories
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak berita terbaru tentang Désiré Doué dan PSG dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Now →Menurut José Ignacio Navarro, segalanya masih bisa berubah sebelum kesepakatan resmi ditandatangani. "Sebelum semuanya resmi, apa pun bisa terjadi dalam situasi apa pun. Kita tidak boleh berspekulasi karena segalanya masih bisa berubah," ujarnya. Ia menyadari bahwa Lille belum mengambil keputusan akhir terkait transfer Nianzou. Sang pemain memang telah menjalani pemeriksaan medis yang ketat karena riwayat cederanya dan dinyatakan lolos. Namun, Lille masih mempertimbangkan keputusan ini hingga akhir pekan nanti.
Berdasarkan laporan internal, manajemen Sevilla FC sangat berharap proses ini berjalan lancar. Transfer ini tidak akan memberikan keuntungan langsung berupa uang tunai, tetapi menghemat anggaran gaji dalam jumlah besar. Jika Lille sepakat, mereka tidak akan membayar biaya transfer. Namun, Sevilla FC berhasil menegosiasikan pengurangan tanggungan gaji Nianzou hingga kurang dari setengah dari total 8 juta euro bruto yang seharusnya ia terima hingga tahun 2027.
Sisa dari gaji tinggi tersebut akan dikompensasi melalui pemotongan sukarela oleh Nianzou sendiri dan pembayaran dari klub barunya pada musim pertama. Di sisi lain, Sevilla FC masih harus menanggung sisa amortisasi transfer sebesar 3,2 juta euro yang akan dicatat sebagai kerugian finansial. Meski demikian, penghematan dari transfer ini diklaim cukup untuk mendaftarkan tiga dari empat pemain baru mereka, termasuk kiper Odysseas Vlachodimos.
Nianzou sendiri belum bergabung dalam latihan pramusim Sevilla FC setelah liburan. Ia mendapat izin khusus untuk tetap berada di Prancis guna mencari klub baru. Sikap sang pemain kini melunak setelah sebelumnya selalu menolak opsi hengkang. Dengan sisa kontrak satu tahun, bek berusia 24 tahun tersebut akhirnya bersedia mencari solusi bersama daripada menghabiskan satu musim penuh tanpa menit bermain karena tidak masuk dalam rencana taktis pelatih Luis García Plaza.
Selama empat tahun membela Sevilla FC, mantan pemain tim nasional Prancis U-21 ini hanya bermain dalam 62 pertandingan, dengan 12 penampilan di antaranya terjadi pada musim lalu. Keputusannya untuk menerima kesepakatan damai ini diambil demi menyelamatkan karier sepak bolanya di klub level atas seperti Lille, tempat ia berharap bisa bangkit kembali.
Jika transfer ini terwujud, Nianzou akan kembali ke Ligue 1, kompetisi di mana ia hanya sempat bermain enam kali bersama PSG sebelum pindah ke Bayern Múnich pada usia 18 tahun. Monchi mendatangkan sang bek pada musim panas 2022 dengan ekspektasi tinggi. Namun, empat musim terakhir membuktikan bahwa perekrutan Nianzou menjadi salah satu investasi paling merugikan dalam sejarah Sevilla FC akibat cedera panjang dan performa buruk di lapangan.