UAE Team Emirates berada dalam posisi kuat pada kilometer terakhir ketika Tadej Pogacar melambatkan temponya untuk memandu rekan setimnya, Isaac Del Toro, alih-alih melakukan serangan solo demi meraih kemenangan etape. Namun, Remco Evenepoel dari tim Red Bull-Bora-Hansgrohe mampu memanfaatkannya untuk mencuri kemenangan etape jalan raya pertamanya di Tour de France.
Related Stories
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak berita terbaru tentang Désiré Doué dan PSG dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Now →Momen dramatis tersebut terjadi setelah insiden besar di jalur akhir balapan pada hari Minggu. Jonas Vingegaard, yang berada di peringkat kedua klasemen umum sebelum etape berlangsung, mengalami kecelakaan parah sekitar 21 kilometer dari garis finis. Pembalap asal Denmark itu jatuh terlebih dahulu dalam tabrakan beruntun yang juga melibatkan Del Toro. Vingegaard langsung dilarikan ke rumah sakit menggunakan ambulans dengan tangan kanan tersangga gips, sekaligus mengakhiri perjalanannya di Tour de France musim ini.
Pakar TNT Sports, Robbie McEwen, menilai ada perubahan sikap dari Pogacar setelah rival utamanya tersebut dipastikan mundur. Menurut McEwen, fokus pembalap asal Slovenia itu bergeser dari memburu kemenangan pribadi menjadi membantu rekan setimnya. "Dia tampak kehilangan semangat setelah Jonas mengalami kecelakaan. Dia tetap menginginkan keberhasilan bagi timnya, tetapi tidak terlalu berambisi untuk dirinya sendiri dalam situasi tersebut," ujar McEwen.
Analis balap sepeda Adam Blythe juga mengamati berkurangnya hasrat Pogacar untuk meraih kemenangan etape. Berdasarkan pengamatannya, Pogacar berulang kali berkomunikasi melalui radio tim dan tidak pernah melakukan akselerasi penuh menjelang garis finis. "Dia bahkan tidak berdiri dari pelana sepeda pada 100 meter terakhir," kata Blythe.
Sementara itu, Matt Stephens menyebut dinamika ini sangat unik dan hanya terjadi dalam olahraga balap sepeda. Stephens menilai Pogacar sengaja menahan kecepatannya agar Del Toro bisa menempel di belakangnya dan berduel sprint melawan Evenepoel. Menurut Stephens, pengaruh Vingegaard masih terasa sangat kuat di akhir etape meskipun sang pembalap sudah tidak berada di lintasan.
Berdasarkan analisis McEwen, dengan makin kokohnya posisi Pogacar di puncak klasemen umum setelah mundurnya Vingegaard, tantangan berikutnya bagi Pogacar mungkin adalah bagaimana ia mempengaruhi jalannya balapan untuk membantu pembalap lain meraih kemenangan. Ajang Tour de France akan dilanjutkan pada hari Selasa melalui etape Individual Time Trial (ITT) saat memasuki pekan terakhir kompetisi.