Argentina kembali bangkit dari ambang kekalahan. Tim Tango mencetak dua gol setelah menit ke-85 untuk mengamankan tiket ke babak final Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan Inggris dengan skor 2-1. Hasil ini membawa Argentina melangkah ke partai puncak untuk kedua kalinya secara beruntun. Mereka kini berpeluang menjadi tim pertama yang mempertahankan gelar juara Piala Dunia berturut-turut sejak Brasil melakukannya pada tahun 1958 dan 1962.
Related Stories
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak berita terbaru tentang Désiré Doué dan PSG dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Now →Berdasarkan jadwal, Argentina akan menantang Spanyol di Stadion MetLife pada hari Minggu mendatang. Laga tersebut akan menjadi pertemuan pertama antara juara bertahan Eropa dan juara bertahan Amerika Selatan di final Piala Dunia. Perjalanan Argentina sepanjang turnamen ini penuh dengan keajaiban di menit-menit akhir, sekaligus menjadi kesempatan manis untuk melepas Lionel Messi yang kini berusia 39 tahun pada turnamen terakhirnya.
Meskipun tidak mencetak gol langsung, kontribusi Lionel Messi sangat krusial melalui dua umpan matang miliknya setelah Anthony Gordon membawa Inggris unggul terlebih dahulu di babak kedua. Sejak tertinggal, Argentina langsung mendominasi permainan. Mulai menit ke-54, mereka melepaskan 10 dari total 15 tembakan sepanjang pertandingan untuk membalikkan keadaan.
Sebelum gol balasan terjadi, pelatih Inggris Thomas Tuchel berupaya mempertahankan keunggulan dengan memasukkan beberapa pemain bertahan demi meredam serangan. Namun, taktik tersebut gagal meredam agresivitas lini depan Argentina yang terus menekan pertahanan lawan.
"Kami bermain bagus di sebagian besar pertandingan. Namun setelah unggul 1-0, kami seperti hanya mencoba bertahan, dan di level ini hal itu tidak cukup," ujar kapten Inggris, Harry Kane, dalam wawancara di tepi lapangan setelah pertandingan usai.
Kemenangan ini menyerupai aksi kebangkitan Argentina saat melawan Mesir di babak 16 besar. Kala itu, mereka tertinggal 2-0 hingga menit ke-82 sebelum akhirnya menyarangkan tiga gol tanpa balas untuk mengakhiri laga dalam waktu normal. Di babak final, mereka akan menghadapi Spanyol yang memiliki lini pertahanan terbaik karena baru kebobolan satu gol sepanjang turnamen.
Pertemuan di final nanti juga membawa kisah emosional tersendiri bagi Lionel Messi dan Lamine Yamal. Pada tahun 2007, Lionel Messi pernah memandikan Lamine Yamal bayi dalam sesi foto kalender amal Barcelona. Kini, kedua pemain yang sempat berada di klub yang sama tersebut akan saling berhadapan di sisi lapangan yang berbeda.
Pertandingan semifinal ini berlangsung sangat ketat dan mengandalkan fisik. Wasit harus bekerja keras karena kedua tim memperagakan permainan keras sejak awal babak pertama. Inggris sempat membuka keunggulan lewat sundulan Anthony Gordon memanfaatkan umpan panjang dari Harry Kane, sebelum akhirnya Argentina membalas lewat gol penyama kedudukan dan gol penentu kemenangan dari Lautaro Martinez yang memanfaatkan bola pantul di depan gawang.