FIFA resmi mengonfirmasi bahwa penyerang tim nasional pria Amerika Serikat, Folarin Balogun, hanya akan menerima hukuman larangan bertanding sebanyak satu laga. Keputusan ini dijatuhkan setelah ia menerima kartu merah dalam pertandingan melawan Bosnia dan Herzegovina. Akibatnya, penyerang andalan USMNT tersebut dipastikan absen pada laga krusial babak 16 besar Piala Dunia melawan Belgia hari Senin mendatang.
Related Stories
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak berita terbaru tentang Désiré Doué dan PSG dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Now →Folarin Balogun diusir keluar lapangan pada menit ke-64 di Levi's Stadium setelah melakukan pelanggaran dengan pul sepatu terangkat terhadap Tarik Muharemovic. Insiden ini memicu kontroversi karena posisi punggung Folarin Balogun membelakangi lawan sehingga ia tidak menyadari kehadiran Tarik Muharemovic di belakangnya. Menurut pelatih kepala Mauricio Pochettino, pelanggaran tersebut dinilai sama sekali bukan pelanggaran yang layak diganjar kartu merah langsung.
Komite independen FIFA telah meninjau kembali insiden tersebut untuk menentukan apakah hukuman harus diperpanjang. Namun, komite memutuskan tidak menambah sanksi karena pelanggaran tidak dikategorikan sebagai tindakan kekerasan serius. Berdasarkan catatan sejarah, Folarin Balogun kini bergabung dengan kelompok elite pemain yang mencetak gol sekaligus mendapat kartu merah dalam satu laga Piala Dunia, menyamai catatan legenda Prancis, Zinedine Zidane.
Absennya penyerang utama ini menjadi tantangan taktis yang berat bagi Mauricio Pochettino. Sang pelatih kini harus memilih antara Ricardo Pepi atau Haji Wright untuk mengisi lini depan. Menanggapi situasi ini, Folarin Balogun mengaku belum membicarakan peran starter ini dengan rekan-rekannya demi menjaga fokus tim. "Saya belum melakukan pembicaraan dengan siapa pun. Saya pikir sekarang bukan saatnya untuk memberi tekanan pada siapa pun atau pada tim," ujar Folarin Balogun saat diwawancarai di Seattle.
Folarin Balogun kini memilih untuk mengambil peran pendukung di luar lapangan demi menjaga moral rekan setimnya tetap tinggi menjelang laga penentuan tersebut. "Peran saya sekarang adalah mendukung para pemain dan tim. Saya sangat senang melihat bagaimana negara ini terlibat dalam perjalanan kami, jadi tugas saya adalah menjaga moral tetap tinggi agar kami bisa menciptakan atmosfer hebat untuk memenangkan pertandingan melawan Belgia," tambahnya.