Hanya beberapa hari setelah mantan bintang Liga Inggris Joe Cole memprediksi bahwa Inggris akan menghancurkan Lionel Messi di semifinal Piala Dunia, sang ikon Argentina menjawab dengan caranya sendiri. Dia membiarkan performanya di lapangan yang berbicara.
Related Stories
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak berita terbaru tentang Désiré Doué dan PSG dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Now →Performa luar biasa Messi menginspirasi Argentina untuk bangkit dan meraih kemenangan 2-1 atas Inggris. Hasil ini memastikan tempat mereka di laga final hari Minggu melawan Spanyol. Sang juara bertahan dunia kini akan menghadapi juara bertahan Eropa tersebut di partai puncak.
Sebelum pertandingan, media Inggris dan para mantan pemain mereka sangat yakin bahwa Harry Kane serta Jude Bellingham akan terlalu tangguh bagi Argentina. Tim Amerika Selatan tersebut memang sempat dinilai kesulitan menemukan kekuatan terbaik mereka pada laga-laga fase gugur sebelumnya.
"Kami akan menghentikan dia," ujar Joe Cole dengan nada meremehkan dalam acara The Rest Is Football. Mantan bintang Chelsea tersebut sangat yakin dengan kecepatan tim nasional Inggris untuk meredam kekuatan Argentina. "Kami akan mencapai final Piala Dunia. Saya bisa merasajannya di dalam tulang saya," tambahnya.
Mantan bintang Inggris lainnya seperti Gary Lineker, Alan Shearer, Micah Richards, Wayne Rooney, dan Paul Scholes turut memberikan prediksi mereka secara profesional. Namun, ejekan Cole dinilai terlalu berlebihan bagi seorang pemain sekelas Messi yang telah mencetak delapan gol sepanjang turnamen.
Pada usia 39 tahun, Messi tetap menjadi jantung permainan Argentina. Dia terus menginspirasi timnya untuk bangkit saat menghadapi lawan-lawan tangguh seperti Tanjung Verde, Mesir, dan Swiss. Sebaliknya, Inggris justru gagal mempertahankan keunggulan setelah Anthony Gordon mencetak gol pada menit ke-55.
Inggris tampak bermain bertahan demi mengamankan keunggulan satu gol daripada mencoba membunuh pertandingan dengan gol kedua. Berdasarkan jalannya laga, keputusan taktis ini memberi ruang bagi Messi untuk melakukan tusukan berbahaya dari sisi kanan pertahanan Inggris.
Kegigihan Messi akhirnya membuahkan hasil. Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez sukses mencetak gol kemenangan yang membawa Argentina ke final berturut-turut. Hasil ini memicu perdebatan sengit antara Gary Neville dan Roy Keane dalam acara Stick To Football terkait kegagalan taktik pertahanan Inggris.
Menurut Gary Neville, pelatih Thomas Tuchel seharusnya menginstruksikan Nico O'Reilly untuk mengawal ketat Messi sepanjang babak kedua. Namun, Roy Keane langsung membantah argumen tersebut. Keane mengingatkan bahwa semua pelatih hebat di dunia telah mencoba taktik serupa selama 20 tahun terakhir dan tetap gagal menghentikan sang megabintang.