Dunia sepak bola tertuju ke New York saat Spanyol menghadapi Argentina pada laga final Piala Dunia di MetLife Stadium. Di antara para tamu yang hadir, Presiden LaLiga Javier Tebas memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membahas situasi keuangan Barcelona.
Related Stories
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak berita terbaru tentang Désiré Doué dan PSG dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Now →Saat berbicara di Casa Espana, Tebas mengonfirmasi bahwa Barcelona kini telah kembali ke aturan 1:1 setelah aktivitas transfer musim panas yang sukses. "Ya, mereka sudah berada di aturan 1:1. Berdasarkan transfer yang telah mereka lakukan, memang harus begitu," ujar Presiden LaLiga tersebut.
Perkembangan ini memungkinkan Barcelona bergerak bebas di bursa transfer. Klub kini dapat membelanjakan setiap euro yang mereka hasilkan untuk merekrut pemain baru.
Berdasarkan laporan, Barcelona bekerja keras untuk mencapai titik ini dengan membebaskan ruang gaji yang signifikan melalui kepergian Robert Lewandowski dan Ansu Fati. Fati dijual ke Monaco seharga 11 juta euro setelah masa pinjamannya berakhir.
Tebas juga mencatat bahwa meskipun Barcelona berinvestasi besar untuk mendatangkan Anthony Gordon, pemain sayap tersebut tidak meminta gaji yang terlalu tinggi. Hal ini membantu mengurangi beban tagihan gaji klub.
Fleksibilitas keuangan ini membuka jalan bagi aktivitas transfer berikutnya. Kedatangan Karim Adeyemi diperkirakan akan segera dikonfirmasi dalam waktu dekat meskipun sempat mengalami sedikit penundaan.
Selain memberikan pembaruan mengenai kondisi Barcelona, Tebas membagikan pandangannya tentang turnamen Piala Dunia. Ia mengaku menyaksikan laga final dengan gugup namun tetap optimistis terhadap peluang Spanyol.
Menurut Tebas, kemenangan Spanyol atas Prancis di babak semifinal merupakan salah satu pertandingan terbaik sepanjang sejarah turnamen. "Saya tidak tahu apakah pernah ada pertandingan seperti itu dalam sejarah Piala Dunia," katanya.
Tebas juga menyoroti banyaknya pemain LaLiga yang tampil di laga final sebagai bukti kualitas kompetisi yang dipimpinnya. "Orang-orang mengatakan kami tidak merekrut pemain dan sebagainya. Spanyol mengembangkan pemain dengan sangat baik, dan kami membuktikannya. Sebanyak 16 pemain berlaga di liga kami, dan jika dihitung dengan pemain Argentina, ada 24 dari 52 pemain yang tampil di final. Ini membuktikan bahwa kami memiliki kompetisi dan pemain terbaik di dunia," tegasnya.