Pertandingan perebutan tempat ketiga sering kali menjadi panggung hujan gol, dan laga ini sama sekali tidak mengecewakan. Manajer Inggris, Thomas Tuchel, sempat menyebut laga ini sebagai pertandingan yang "tidak ingin dimainkan oleh siapa pun" pada awal pekan. Namun, kenyataan di lapangan berbicara lain. Tiga Singa dan Prancis bertempur sengit dalam laga perebutan tempat ketiga dengan skor tertinggi sepanjang sejarah Piala Dunia, di mana Inggris akhirnya keluar sebagai pemenang lewat drama 10 gol yang berakhir 6-4.
Related Stories
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak berita terbaru tentang Désiré Doué dan PSG dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Now →Declan Rice membawa Inggris unggul seketika. Gelandang itu melepaskan tembakan melengkung jarak jauh dari jarak 25 yard yang gagal dihalau Mike Maignan. Umpan buruk dari Désiré Doué yang berhasil dipotong memicu serangan cepat tersebut. Maignan seharusnya bisa menyelamatkan bola itu. Meski demikian, gol ini menjadi penawar dahaga yang sangat dibutuhkan oleh skuad Inggris setelah menerima kritik tajam akibat kekalahan memilukan dari Argentina di semifinal.
Termotivasi untuk melupakan kegagalan tersebut, gempuran Inggris terus berlanjut sepanjang 45 menit pertama. Rice kembali memainkan peran penting pada menit ke-20. Umpan sepak pojoknya yang melengkung ke dalam berhasil disambut oleh sundulan akurat Ezri Konsa. Gol tersebut membawa Inggris memimpin 2-0 atas Prancis.
Pasukan Tiga Singa tampil tanpa ampun. Sebuah serangan balik cepat membuat Maignan tidak berdaya setelah sang penjaga gawang keluar dari sarangnya terlalu cepat dan meninggalkan gawangnya tanpa kawalan. Setelah beberapa upaya, Bukayo Saka akhirnya memanfaatkan kemelut untuk melesakkan gol ketiga Inggris di babak pertama. Namun, bintang Arsenal itu belum selesai.
Eberechi Eze mengirimkan umpan matang ke jalur pergerakan Saka yang memiliki kecepatan tinggi. Saka dengan mudah melewati bek lawan sebelum mencetak gol indah berikutnya. Tim asuhan Tuchel masuk ke ruang ganti dengan satu tangan seolah sudah menggenggam medali perunggu setelah menghancurkan Prancis di babak pertama. Namun, Les Bleus bangkit dan memberikan perlawanan sengit pada 45 menit kedua.
Berdasarkan catatan pertandingan, Michael Olise mencetak asis keenamnya di kompetisi ini, yang menyamai rekor Pelé untuk asis terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia. Namun, dia harus meratapi kegagalannya sendiri setelah melewatkan bukan hanya satu, melainkan dua peluang emas di depan gawang. Salah satu dari peluang itu seandainya berbuah gol bisa membuat kedudukan menjadi imbang.
Ousmane Dembélé memanfaatkan kelengahan lini pertahanan Inggris untuk dengan mudah menjebol gawang dan mencetak gol keempat Prancis. Namun, pada akhirnya keunggulan awal Inggris terlalu besar untuk dikejar. Pemain pengganti, Jude Bellingham, menghadirkan gol yang bisa dibilang terbaik dalam laga ini. Menurut pengamatan di lapangan, Bellingham menggiring bola melewati tiga bek di dalam kotak penalti Prancis sebelum menaklukkan Maignan untuk mengunci kemenangan luar biasa 6-4. Itu merupakan gol ketujuh Bellingham di turnamen ini, yang mencetak rekor baru bagi Inggris sekaligus mengamankan pencapaian terbaik negara tersebut di Piala Dunia sejak 1966.
Ketenangan yang ditunjukkan Saka dari titik putih, terutama mengingat sejarah buruknya bersama tim nasional dalam drama adu penalti, sangatlah krusial. Ini bisa menjadi langkah maju yang menarik bagi pemain berusia 24 tahun tersebut. Saka diharapkan bakal memainkan peran besar dalam upaya Arsenal mempertahankan gelar juara liga musim ini.
Di sisi lain, laga ini menjadi malam yang buruk bagi Mike Maignan. Penjaga gawang yang dikaitkan dengan banyak klub Liga Primer Inggris musim panas ini tampil mengecewakan. Setidaknya ada dua gol yang seharusnya bisa dia selamatkan, dan penempatan posisinya sering kali terlihat canggung sepanjang pertandingan.