Tomato News Tomato News
/home / internasional / Thomas Tuchel Kritik Laga Perebutan...
INTERNASIONAL

Thomas Tuchel Kritik Laga Perebutan Tempat Ketiga Piala Dunia

Thomas Tuchel memberikan instruksi kepada tim nasional Inggris di pinggir lapangan Piala Dunia

Thomas Tuchel memberikan instruksi kepada tim nasional Inggris di pinggir lapangan Piala Dunia

Thomas Tuchel tidak pernah berencana untuk singgah di Miami sebelum meninggalkan Amerika Serikat. Namun, Inggris harus menelan kekalahan 2-1 dari Argentina pada laga semifinal Piala Dunia hari Rabu setelah sempat memimpin 1-0. Hasil tersebut memaksa Three Lions menghadapi Prancis dalam perebutan tempat ketiga di Florida pada hari Sabtu mendatang.

Pelatih asal Jerman tersebut tidak menyambut laga hiburan ini dengan antusiasme tinggi. Berdasarkan keterangannya usai kekalahan dari Albiceleste, ia menganggap pertandingan penentuan peringkat ketiga ini sebagai laga yang tidak diinginkan oleh kedua tim.

"Tidak ada satu pun pemain kami atau pemain Prancis yang ingin memainkan pertandingan ini," ujar Thomas Tuchel. Menurut sang pelatih, semua tim berjuang habis-habisan untuk menembus final dan memenangkan Piala Dunia. Meski begitu, ia menegaskan skuadnya akan tetap tampil profesional meskipun memiliki waktu pemulihan satu hari lebih sedikit daripada Prancis.

Inggris yang pernah menjadi juara dunia pada tahun 1966 belum pernah lagi mencicipi partai final sejak saat itu. Rekor buruk di fase krusial terus membayangi mereka. Pada edisi 2018, Inggris disingkirkan Kroasia di semifinal sebelum kalah dari Belgia di perebutan tempat ketiga. Sementara pada tahun 2022, Harry Kane dan rekan-rekannya dihentikan oleh Prancis di perempat final.

Walaupun kurang bersemangat menghadapi Les Bleus, Thomas Tuchel menilai pertandingan ini penting untuk mulai melupakan kekecewaan besar akibat eliminasi tersebut. "Hal terpenting bagi kami adalah bangkit dan memberikan reaksi. Itulah yang harus dilakukan di level olahraga tertinggi dan kami akan melakukannya," janji mantan pelatih PSG tersebut.

Thomas Tuchel juga mendapat kritik tajam atas taktik bertahannya setelah Anthony Gordon mencetak gol pembuka pada menit ke-55. Kendati demikian, ia menegaskan sama sekali tidak memiliki penyesalan atas keputusan tersebut. Menurut laporan Daily Mail, posisinya masih aman karena mendapat dukungan penuh dari federasi sepak bola Inggris untuk kontraknya yang berjalan hingga Euro 2028.

Mantan juru taktik Chelsea dan Bayern Munich ini kini mulai mengalihkan fokus jangka panjangnya ke Euro 2028 dan Piala Dunia 2030. Ia sadar bahwa kegagalan di semifinal ini menyisakan luka mendalam bagi anak asuhnya, namun pencapaian tersebut tetap harus diapresiasi secara objektif.

"Kami harus menunggu empat tahun lagi untuk berpartisipasi di Piala Dunia lainnya. Tentu saja, mencapai semifinal sudah merupakan sebuah prestasi tersendiri. Banyak negara sepak bola besar tersingkir sebelum babak ini. Ini sebuah pencapaian, tetapi tidak ada yang mau mendengarnya saat ini, termasuk saya," pungkas Thomas Tuchel.

Topics
Tim Jurnalis Profesional Tomato News

Tim Redaksi Tomato News terdiri dari jurnalis profesional dan berpengalaman yang berdedikasi menyajikan informasi akurat dan terkini dari dunia sepak bola dan olahraga. Berbasis di Jakarta, kami hadir sebagai sumber berita olahraga terlengkap untuk masyarakat Indonesia. Tim kami bekerja keras untuk memastikan setiap berita yang kami publikasikan valid, terpercaya, dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan kode etik jurnalisme. Dengan mengedepankan prinsip keberimbangan dan objektivitas, kami berkomitmen menjadi portal berita olahraga terpercaya di Indonesia.