Pelatih kepala tim nasional pria Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, menyatakan telah memilih kelompok penendang adu penalti. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi jika pertandingan fase gugur Piala Dunia mereka berakhir imbang. USMNT akan menghadapi Bosnia dan Herzegovina pada hari Rabu di Levi's Stadium.
Related Stories
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak berita terbaru tentang Désiré Doué dan PSG dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Now →Menurut Mauricio Pochettino, keputusan menentukan urutan penendang berada di tangan tim pelatih secara mutlak. "Itu akan menjadi keputusan kami, nomor satu, dua, tiga, empat, dan lima," kata Mauricio Pochettino. Dia menegaskan bahwa tim pelatih sengaja tidak menanyakan tingkat kepercayaan diri para pemain menjelang momen krusial tersebut.
Kebugaran fisik pemain pada menit ke-120 akan menentukan keputusan akhir Mauricio Pochettino. Faktor kelelahan dan performa dari bangku cadangan menjadi pertimbangan utama. Dia mengakui bahwa latihan biasa tidak bisa menyamai tekanan emosional dari adu penalti yang sebenarnya. Namun, staf pelatih terus mematangkan kesiapan karakter dan mentalitas para pemain.
Berdasarkan catatan kompetisi, USMNT memiliki modal bagus setelah memenangi adu penalti dramatis melawan Costa Rica di Concacaf Gold Cup tahun lalu. Penjaga gawang Matt Freese menjadi pahlawan dengan menggagalkan dua eksekusi. Tim pelatih juga telah bekerja sama dengan konsultan luar untuk memastikan kesiapan taktis skuad sebelum laga krusial ini.
Bek senior USMNT, Tim Ream, membenarkan fokus latihan intensif tersebut. "Kami telah melakukan banyak pekerjaan untuk penalti," ujar Tim Ream pada hari Senin. Dia menolak membeberkan detail strategi tersebut namun memastikan persiapan telah berjalan matang bahkan sebelum turnamen dimulai.
Mengenai kondisi skuad, Auston Trusty sudah kembali berlatih setelah mengalami masalah pergelangan kaki ringan. Namun, Mark McKenzie dan Crisitna Roldan masih absen dari sesi latihan penuh. Mark McKenzie tengah menjalani perawatan akibat iritasi, sementara Crisitna Roldan melakukan latihan terpisah sejak mengalami cedera paha.